KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kemunculan seekor buaya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas, tepatnya di perairan sekitar Jalan Pierre Tendean, Kuala Kapuas pada Rabu dininhari, 25 Februari 2026 menjadi perhatian dan memicu kewaspadaan warga. Informasi awal beredar melalui pesan singkat warga yang melaporkan adanya buaya terlihat melintas di kawasan tersebut pada malam hari.

Dalam pesan tersebut, warga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di bantaran Sungai Kapuas agar lebih berhati-hati. Terlebih, kawasan tersebut masih kerap dilalui warga menggunakan jukung maupun perahu kecil untuk memancing dan keperluan sehari-hari.

Seorang warga setempat menyebutkan bahwa kemunculan buaya di kawasan itu sebenarnya bukan hal baru. Menurutnya, sejak dulu buaya memang sesekali terlihat, terutama saat air sungai pasang.

“Biasanya yang terlihat ukuran sedang atau kecil. Kalau yang besar tidak pernah terpantau,” ujarnya.

Meski demikian, kabar tersebut tetap mengejutkan sebagian warga. Pasalnya, selama ini wilayah DAS Kapuas di sekitar Kuala Kapuas relatif jarang dilaporkan adanya kemunculan buaya, sehingga masyarakat masih cukup terbiasa beraktivitas di sungai tanpa rasa khawatir berlebihan.

Selain digunakan untuk transportasi air dan memancing, kawasan sungai tersebut sebelumnya juga kerap menjadi lokasi anak-anak dan remaja berenang. 

Beruntung, sebagian besar warga yang tinggal di tepian sungai kini sudah jarang menggunakan lanting untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK). Hal ini dinilai dapat meminimalisir risiko interaksi langsung dengan satwa liar yang muncul di permukaan sungai.

Warga pun diimbau tetap waspada, terutama saat beraktivitas di pagi dan malam hari ketika kondisi sungai relatif sepi. (SABRIANOOR/j)