PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ada 418 unit produk UMKM dan IKM unggulan asal Kota Palangka Raya resmi memulai debutnya di pasar internasional.

Produk-produk yang kental dengan nuansa etnik dan kerajinan lokal ini berhasil diekspor menuju Selandia Baru.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas tangan dingin pengrajin lokal Kalimantan Tengah memiliki daya saing yang tinggi dan mampu memenuhi selera konsumen global.

Koleksi produk yang dikirimkan mencakup berbagai item pilihan, mulai dari tas kombinasi rotan yang modis, furnitur berkualitas, hingga berbagai kerajinan tangan khas daerah lainnya.

Setiap produk yang diekspor bukan sekadar barang komoditas, melainkan representasi dari identitas dan kekayaan budaya Kalimantan Tengah yang dituangkan dalam desain modern namun tetap autentik.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini. Dia menegaskan bahwa produk berbasis etnik dan budaya memiliki peluang pasar yang sangat besar, tidak hanya di Selandia Baru, tetapi juga merambah hingga ke benua Eropa.

Menurutnya, nilai budaya dan keunikan lokal merupakan "senjata utama" yang sangat dihargai oleh pasar global saat ini.

"Semoga keberhasilan ini menjadi bahan bakar motivasi bagi seluruh pelaku UMKM dan IKM di Kota Cantik," katanya, Kamis, 26 Februari 2026.

Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga konsistensi agar produk-produk lokal bisa terus bersaing secara berkelanjutan. Fokus pada peningkatan kualitas, penambahan kuantitas, serta standarisasi produk menjadi kunci utama untuk memenangkan hati konsumen mancanegara.

Dengan dimulainya pengiriman perdana ini, diharapkan pintu ekspor bagi produk-produk Kalimantan Tengah lainnya akan terbuka semakin lebar.

"Pemerintah kota pun terus mendorong para pengrajin untuk tidak berhenti berinovasi, sehingga kekayaan tradisi lokal dapat terus dinikmati oleh dunia sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi para pelaku usaha kita," pungkasnya. (HENDRI/H)