PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Persoalan tumpukan sampah yang pernah menjadi sorotan nasional tidak hanya menjadi perhatian di kawasan wisata, melainkan juga mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya untuk meningkatkan kesadaran kebersihan hingga ke tingkat lingkungan perumahan warga.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Wakil Wali Kota Achmad Zaini menyampaikan bahwa arahan ini merupakan tindak lanjut atas perhatian Presiden terhadap persoalan sampah di sejumlah daerah di Indonesia.

Menurut Zaini, menjaga kebersihan tidak boleh hanya difokuskan pada pasar, ruang publik, atau kawasan wisata, tetapi harus dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing warga.

"Kesadaran menjaga kebersihan itu harus dimulai dari rumah dan lingkungan perumahan. Kalau setiap warga disiplin mengelola sampahnya dengan baik, maka persoalan sampah di tingkat kota akan jauh lebih mudah ditangani,” tegasnya pada Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menambahkan, pemerintah telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk memperkuat pengelolaan sampah, termasuk memastikan pengangkutan berjalan rutin serta ketersediaan tempat sampah di titik-titik strategis.

Namun peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam menangani permasalahan sampah.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di lingkungan perumahan masing-masing,” ujarnya.

Zaini menekankan bahwa lingkungan perumahan yang bersih akan menciptakan suasana yang sehat dan nyaman bagi keluarga.

Selain itu, budaya hidup bersih juga akan berdampak positif terhadap citra Kota Palangka Raya secara keseluruhan.

“Kami ingin membangun budaya sadar kebersihan dari tingkat paling kecil, yaitu rumah tangga. Jika lingkungan perumahan bersih, maka kawasan lain seperti pasar dan tempat wisata juga akan ikut terjaga,” bebernya. (PATHUR/R)