BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada perdagangan sesi pertama, Selasa (20/12/12), futures minyak sawit Malaysia melemah hampir sebesar satu persen seiring kejatuhan harga minyak nabati lainnya.

Selain itu, pelaku pasar merespons negatif data terbaru pemerintah Malaysia yang menunjukkan penurunan kinerja ekspor menyusul lemahnya permintaan minyak sawit di pasar mancanegara, kata analis yang dilansir Reuters, Selasa.

Futures minyak sawit Malaysia untuk kontrak Maret, 1FCPOc3, turun 0,92 persen di Bursa Malaysia Derivatives Exchange menjadi 3.113 ringgit ($695,18) per ton pada sesi pertama perdagangan. Volume perdagangan tercatat sebesar 20.042 lot.

"Pasar tengah dalam tekanan merespons negatif penurunan tajam di Dalian," ujar seorang pelaku pasar di Kuala Lumpur.

Harga minyak sawit dipengaruhi harga minyak nabati lain, sehingga bila terjadi penurunan harga untuk minyak nabati jenis lain, imbasnya akan dirasakan juga dalam perdagangan minyak sawit.

Untuk harga minyak kedelai kontrak Mei di Dalian Commodity Exchange, DBYcv1, turun 2,2 persen, sedangkan kontrak Mei untuk olein sawit,  DCPcv1, melorot 2,9 persen.

Pelaku pasar lain mengatakan pasar kemungkinan akan mengalami koreksi menyusul penguatan selama pekan lalu, ditambah dengan rilis data ekspor minyak sawit Malaysia yang menurun. (NEDELYA RAMADHANI/m)