BORNEONEWS, Tamiang Layang – Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur mulai menyiapkan seleksi untuk mengisi kekosongan 53 jabatan kepala sekolah tingkat TK, SD dan SMP yang tercatat hingga Januari 2026.
Kekosongan tersebut dinilai mendesak untuk segera diisi melalui seleksi terbuka agar tidak berdampak pada stabilitas manajemen sekolah dan kualitas layanan pendidikan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Barito Timur, Bunyamin, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan tahapan seleksi bakal calon kepala sekolah untuk jenjang TK, SD dan SMP. Saat ini, Disdik sedang membentuk tim seleksi tingkat kabupaten untuk melakukan verifikasi dan seleksi administrasi.
“Seleksi kepala sekolah untuk tingkat TK, SD dan SMP segera kami laksanakan. Saat ini kami sedang menyiapkan tim seleksi di tingkat kabupaten untuk seleksi administrasi,” ujar Bunyamin, Kamis, 26 Februari 2026.
Setelah tahapan administrasi rampung, Disdik akan menyurati Direktur Jenderal Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI untuk pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT).
Ujian tersebut direncanakan bekerja sama dengan Balai Tenaga Kependidikan di Palangka Raya guna menjamin objektivitas dan transparansi proses seleksi.
Bunyamin menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan seleksi tahun ini. Pada APBD murni Barito Timur 2026, tersedia anggaran sebesar Rp240 juta untuk proses seleksi.
Dengan alokasi tersebut, tahap pertama ditargetkan mampu menjaring 40 calon kepala sekolah. Sementara 13 jabatan lainnya akan diupayakan melalui APBD perubahan 2026.
“Kekosongan ini harus bisa diselesaikan pada tahun 2026 agar tidak menumpuk karena pada tahun 2027 banyak kepala sekolah yang pensiun,” tegasnya.
Bunyamin menambahkan, pada tahun-tahun berikutnya apabila jumlah kebutuhan tidak terlalu besar, peserta juga dapat diikutsertakan dalam seleksi kepala sekolah yang diselenggarakan pemerintah pusat. Opsi ini menjadi alternatif agar kekosongan jabatan tidak berlarut-larut.
Ia menjelaskan, peran kepala sekolah definitif sangat vital dalam menentukan arah kebijakan dan budaya kerja di satuan pendidikan. Kepala sekolah bukan hanya administrator, tetapi juga pemimpin pembelajaran yang bertanggung jawab atas mutu akademik, manajemen guru dan tenaga kependidikan serta pengelolaan anggaran sekolah.
Tanpa kepala sekolah definitif, pengambilan keputusan strategis kerap terhambat dan program peningkatan mutu sulit berjalan optimal.
“Guru yang memenuhi syarat untuk menjadi kepala sekolah ada sekitar 1.090 orang. Karena itu kami berharap seleksi ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses sehingga nanti kepala sekolah yang lolos seleksi dapat menjalankan tugas dengan baik,” pungkasnya.
Dengan jumlah guru potensial yang cukup besar, Disdik optimistis seleksi ini akan menjaring figur-figur terbaik untuk memimpin sekolah di Barito Timur. Pemerintah daerah pun menaruh harapan agar proses tersebut mampu melahirkan kepala sekolah yang kompeten, berintegritas dan adaptif terhadap tantangan dunia pendidikan ke depan. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









