BORNEONEWS, Palangka Raya - Koordinator Wilayah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Palangka Raya, Analistra Susedia Putri, memastikan bahwa penyaluran MBG tetap berjalan setiap hari selama bulan Ramadan.
Kebijakan tersebut telah diinstruksikan sejak awal kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengingat kegiatan belajar mengajar di sekolah masih berlangsung normal tanpa adanya masa libur.
Menurut Analistra, keberlanjutan program MBG selama Ramadan merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan kebutuhan gizi peserta didik tetap terpenuhi.
Ia menegaskan bahwa momentum Ramadan tidak menjadi alasan untuk menghentikan layanan, terutama karena program ini dirancang untuk mendukung kesehatan dan konsentrasi siswa selama mengikuti proses pendidikan.
Terkait menu yang disediakan, Analistra menjelaskan bahwa setiap dapur SPPG dapat menyajikan variasi menu yang berbeda. Hal ini disesuaikan dengan ketersediaan bahan pangan di masing-masing wilayah serta kapasitas pengelolaan dapur, dengan tetap berpedoman pada standar yang telah ditetapkan.
“Menunya tentu bisa berbeda-beda antar SPPG, namun tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, khususnya menu kering yang praktis, aman, dan memenuhi kebutuhan gizi,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa penyesuaian menu kering selama Ramadan bertujuan agar makanan yang disalurkan tetap layak konsumsi dan dapat dimanfaatkan dengan fleksibel oleh para penerima. Selain itu, pemilihan menu juga mempertimbangkan daya tahan makanan serta kemudahan distribusi ke sekolah-sekolah.
"Dengan tetap berjalannya program MBG selama Ramadan, diharapkan para siswa di Palangka Raya tetap mendapatkan asupan gizi yang memadai," harapnya.
Program ini juga, menurutnya, menjadi bagian dari upaya mendukung kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, sekaligus memastikan bahwa kondisi khusus seperti Ramadan tidak mengurangi perhatian terhadap pemenuhan gizi peserta didik. (MARINI/j)









