BORNEONEWS, Palangka Raya – Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) resmi ditetapkan sebagai implementing partner dalam pelaksanaan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Norway’s Contribution Tahap 2 dan 3 Periode Ketiga.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Nomor 19 Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Kehutanan RI.
Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan UMPR, Nanang Hanafi, mengatakan keputusan itu menjadi bentuk pengakuan atas kapasitas akademik dan pengalaman teknis kampus dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon di sektor kehutanan dan penggunaan lahan.
“Ini merupakan pengakuan atas komitmen UMPR dalam mendukung pembangunan rendah karbon, khususnya di sektor kehutanan,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.
Program FOLU Net Sink 2030 merupakan komitmen strategis Indonesia untuk mencapai kondisi serapan karbon lebih besar dibanding emisi dari sektor Forestry and Other Land Use (FOLU) pada 2030.
Menurut Nanang, program ini menjadi bagian penting kontribusi Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim global.
Sebagai implementing partner, Fakultas Pertanian dan Kehutanan UMPR akan menjalankan berbagai kegiatan teknis di lapangan, antara lain, penguatan kapasitas masyarakat sekitar hutan, pendampingan pengelolaan hutan dan lahan berkelanjutan, rehabilitasi lahan, dan dukungan pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, peran tersebut juga mencakup penguatan riset terapan, penyusunan rekomendasi berbasis ilmiah, serta pengembangan model pemberdayaan masyarakat yang adaptif terhadap ekosistem gambut dan hutan tropis Kalimantan Tengah.
Rektor UMPR, Muhamad Yusuf, menegaskan penunjukan tersebut merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar bagi institusi.
“UMPR siap berkontribusi aktif melalui pendekatan akademik, riset terapan, serta kolaborasi multipihak bersama pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan UMPR memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam tata kelola kehutanan berkelanjutan.
Program ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada target nasional penurunan emisi gas rumah kaca, tetapi juga mendorong pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya alam berbasis ilmu pengetahuan, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis kehutanan dan agroforestri.
Dengan kolaborasi dan komitmen tersebut, UMPR menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang hadir memberi solusi atas tantangan lingkungan dan perubahan iklim, baik di tingkat regional maupun nasional.









