JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – BP Tapera mencatat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 19.741 unit rumah per 26 Februari 2026.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyebut capaian tersebut setara 5,64 persen dari target nasional tahun ini sebanyak 350.000 unit rumah subsidi.

“Realisasi dua bulan pertama ini menjadi indikator awal komitmen percepatan penyaluran FLPP kepada masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 26 Februari 2026.

Heru merinci, pada Januari 2026 realisasi FLPP tercatat 7.312 unit. Angka tersebut melonjak pada Februari menjadi 12.429 unit atau meningkat 69,98 persen secara bulanan.

Menurutnya, tren peningkatan ini menunjukkan akselerasi penyaluran KPR subsidi terus bergerak positif.

Dari 43 bank yang bekerja sama dengan BP Tapera sepanjang 2026, sebanyak 25 bank aktif menyalurkan FLPP. Penyaluran juga melibatkan 21 asosiasi pengembang yang tersebar di 339 kabupaten/kota pada 33 provinsi di Indonesia.

BP Tapera mengapresiasi komitmen bank penyalur dan pengembang dalam menyediakan rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Secara geografis, Jawa Barat mencatat penyaluran FLPP tertinggi dengan 4.902 unit atau 24,83 persen dari total nasional. Disusul, Sulawesi Selatan  1.838 unit (9,31 persen), Jawa Tengah 1.633 unit (8,27 persen), Banten  1.388 unit (7,03 persen), dan Sumatera Selatan 1.208 unit (6,11 persen).

Pada level kabupaten/kota, Kabupaten Bekasi menjadi wilayah dengan realisasi tertinggi sebanyak 1.322 unit (6,69 persen). Berikutnya Kabupaten Bogor 835 unit, Kabupaten Karawang 683 unit, Kabupaten Maros 556 unit, dan Kabupaten Tangerang 542 unit.

Heru menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus mengurangi backlog perumahan nasional.

“Dukungan penuh ekosistem perumahan dan kolaborasi dengan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah sangat menentukan keberhasilan program ini,” pungkasnya.