JAKARTA –

BORNEONEWS, Kuala Lumpur – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan realisasi investasi Google senilai 2 miliar dolar AS di Malaysia menunjukkan progres sangat menggembirakan, bahkan melampaui perkiraan awal.

Pernyataan itu disampaikan Anwar usai melakukan dialog virtual dengan Presiden dan Chief Investment Officer Alphabet Inc. sekaligus Google, Ruth Porat, melalui telekonferensi video, Kamis, 26 Februari 2026.

“Saya mengadakan panggilan video bersama Ruth Porat dan timnya. Kami membahas perkembangan investasi Google di Malaysia yang diumumkan pada Mei 2024,” ujar Anwar dalam keterangan pers.

Investasi tersebut mencakup pembangunan dan pengoperasian pusat data serta layanan komputasi awan Google pertama di Malaysia.

Menurut Anwar, proyek ini diproyeksikan memberi dampak ekonomi hingga 3,2 miliar dolar AS dan menciptakan sekitar 26.500 lapangan kerja sampai 2030.

Ia menilai investasi tersebut mencerminkan kepercayaan berkelanjutan terhadap ekosistem ekonomi digital Malaysia.

Anwar menegaskan, investasi Google selaras dengan visi Malaysia untuk menjadi pusat regional arus data yang aman, komputasi awan, serta inovasi kecerdasan buatan (AI).

Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen menyediakan dukungan kebijakan dan fasilitasi agar seluruh proyek investasi dapat berjalan cepat dan efektif.

Anwar juga menyambut baik rencana Google menjajaki peluang investasi tambahan di Malaysia pada masa mendatang, seiring penguatan posisi negara itu sebagai hub digital di kawasan Asia Tenggara.

ANTARA