JAKARTA –

BORNEONEWS, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memfokuskan penguatan status internasional Bandara Syamsudin Noor sebagai bagian dari visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Muhidin–Hasnuryadi Sulaiman.

Langkah tersebut ditempuh melalui pembenahan sektor transportasi udara guna meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, M. Fitri Hernadi, mengatakan Bandara Syamsudin Noor telah kembali menyandang status internasional sejak pertengahan 2025 dan kini melayani penerbangan luar negeri reguler.

“Penerbangan internasional pertama sudah berjalan beberapa bulan lalu, rute Banjarmasin–Kuala Lumpur empat kali seminggu. Minat masyarakat terus meningkat,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.

Rute Banjarmasin–Kuala Lumpur diharapkan menjadi pionir pembukaan rute internasional lainnya.

Pemprov Kalsel, lanjut Fitri, menargetkan pembukaan rute ke Jeddah sebagai bagian dari penguatan konektivitas internasional, khususnya untuk mendukung kebutuhan perjalanan umrah dan haji masyarakat Kalsel.

Selain Syamsudin Noor, Bandar Udara Bersujud di Kabupaten Tanah Bumbu juga telah berstatus internasional di bawah kewenangan pemerintah kabupaten.

Pemprov Kalsel memberikan dukungan koordinatif lintas kementerian guna memenuhi seluruh persyaratan bandara internasional, termasuk dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan (bea cukai), Imigrasi, Kementerian Kesehatan (kekarantinaan), serta Barantin untuk karantina hewan dan tumbuhan.

“Prosesnya sangat signifikan dan terus kita fasilitasi,” kata Fitri.

Sementara itu, Bandar Udara Warukin di Kabupaten Tabalong yang sempat berhenti beroperasi akibat pandemi COVID-19 kini tengah diupayakan reaktivasi.

Kementerian Perhubungan telah menerbitkan sertifikat bandar udara sebagai modal awal pengaktifan kembali. Pemkab Tabalong juga menjajaki kerja sama dengan maskapai untuk membuka kembali rute Warukin–Banjarmasin, Warukin–Jakarta, serta potensi konektivitas ke wilayah Banua Anam, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Pemprov Kalsel menilai penguatan tiga bandara ini menjadi strategi penting dalam memperluas akses transportasi udara, meningkatkan arus investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

ANTARA