JAKARTA –

BORNEONEWS, Amman – Raja Yordania Abdullah II menyerukan peningkatan upaya internasional untuk memastikan bantuan kemanusiaan dan pasokan obat-obatan dapat masuk ke Gaza tanpa batasan.

Seruan itu disampaikan Raja Abdullah II saat menerima Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Istana Basman, Amman, Rabu, 25 Februari 2026, dalam pertemuan yang membahas prioritas kesehatan di tingkat nasional dan regional.

Dalam pertemuan tersebut, Raja Abdullah menegaskan pentingnya memperluas kemitraan antara Yordania dan WHO guna memperkuat sistem kesehatan nasional sekaligus merespons tantangan kesehatan kawasan yang kian kompleks.

Ia juga menyoroti urgensi penguatan mekanisme respons terhadap krisis kesehatan, terutama di wilayah konflik seperti Gaza yang menghadapi tekanan berat akibat keterbatasan layanan medis.

Sebelumnya, pada 4 Februari lalu, Tedros menyebut lebih dari 18.500 pasien di Gaza membutuhkan perawatan medis khusus yang tidak tersedia di wilayah tersebut. Kondisi itu memaksa sebagian pasien bergantung pada evakuasi medis ke luar Gaza.

Menurut Tedros, sistem kesehatan Gaza saat ini memerlukan rehabilitasi dan pembangunan ulang secara menyeluruh guna mengurangi ketergantungan pada evakuasi medis darurat.

“Sistem kesehatan Gaza sangat membutuhkan rehabilitasi dan pembangunan ulang untuk mengurangi ketergantungan pada evakuasi medis. Ini menjadi prioritas utama saat ini,” ujarnya.

Seruan Raja Abdullah mempertegas posisi Yordania yang konsisten mendorong akses kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza, sekaligus mendukung upaya internasional dalam memulihkan layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Sumber: WAFA/ANTARA