BORNEONEWS, Jakarta – Pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovac, mengakui timnya pantas tersingkir dari Liga Champions UEFA 2025/2026 setelah takluk 1-4 dari Atalanta pada leg kedua playoff 16 besar di Bergamo, Kamis WIB, 26 Februari 2026.
“Kami memang pantas tersingkir karena tidak tampil cukup baik untuk melaju ke babak berikutnya,” ujar Kovac dikutip dari laman resmi klub.
Kekalahan telak tersebut terasa menyakitkan. Dortmund datang ke Italia dengan modal kemenangan 2-0 pada leg pertama, namun gagal mempertahankan keunggulan agregat.
Kovac menilai timnya melakukan terlalu banyak kesalahan elementer yang berakibat fatal. Menurutnya, di level Liga Champions, detail kecil bisa menentukan nasib tim.
“Di level Liga Champions, kesalahan-kesalahan kecil akan langsung mendapatkan hukuman. Kami sebenarnya tidak perlu terpeleset seperti ini di tandang meski menyadari laga akan berjalan sengit,” tegasnya.
Salah satu momen krusial terjadi di penghujung laga saat kiper Gregor Kobel salah memberikan umpan. Situasi itu berujung pelanggaran Ramy Bensabaini terhadap Nikola Krstovic di kotak penalti.
Setelah tinjauan VAR, wasit menunjuk titik putih. Eksekusi penalti oleh Lazar Samardzic pada menit 90+8 memastikan kemenangan Atalanta.
Kobel mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada rekan setimnya.
“Tentu niat saya awalnya adalah menyapu bola dan saya harus mengambil keputusan dalam sepersekian detik,” ujar kiper asal Swiss tersebut.
Dalam laga di Stadion Atleti Azzurri d’Italia itu, Dortmund hanya mampu membalas lewat gol Karim Adeyemi pada menit ke-75.
Sementara empat gol Atalanta dicetak Gianluca Scamacca (5’), Davide Zappacosta (45’), Mario Pasalic (57’), dan Lazar Samardzic (90+8’).
Hasil ini memastikan Dortmund tersingkir, sementara Atalanta melaju ke babak 16 besar Liga Champions.
Di fase berikutnya, Atalanta akan menghadapi salah satu dari Arsenal atau Bayern Munich, yang sudah lebih dulu mengamankan tiket 16 besar usai finis di delapan besar fase liga.
Pengundian babak 16 besar Liga Champions musim 2025/2026 dijadwalkan berlangsung pada Jumat (27/2).
Kekalahan ini menjadi alarm keras bagi Dortmund. Evaluasi menyeluruh dibutuhkan jika Die Borussen ingin kembali kompetitif di level tertinggi Eropa musim depan.








