SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Di bulan Ramadan, tradisi buka puasa bersama menjadi salah satu kebiasaan yang tak pernah absen di tengah masyarakat. Momen ini tidak hanya sekadar waktu untuk mengisi kembali tenaga setelah berpuasa seharian, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar keluarga, sahabat, dan tetangga.

Setiap sore menjelang adzan Maghrib, rumah-rumah, tempat ibadah, hingga restoran dan kafe di Kotawaringin Timur (Kotim) mulai dipenuhi oleh kelompok-kelompok yang merayakan buka puasa bersama. Suasana hangat dan penuh kegembiraan terlihat dari beragam hidangan lezat yang disajikan, mulai dari takjil manis hingga menu utama berbuka.

"Buka bersama ini sudah menjadi tradisi masyarakat kita di Kotim. Kalau dilihat, hampir semua rumah makan ramai menjelang berbuka puasa," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim Eddy Surahman, Kamis, 26 Februari 2026.

Berdasarkan data yang mereka peroleh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat dalam Publikasi Kabupaten Kotim Dalam Angka 2025, di Kotim setidaknya ada 366 penyedia makan minum. 

 Keberadaan berbagai tempat makan ini memudahkan masyarakat dalam melaksanakan tradisi buka bersama, sekaligus menjadi sektor usaha yang mendukung perekonomian lokal selama Ramadan.

“Tempat-tempat ini tidak hanya menyediakan menu untuk berbuka, tetapi juga menjadi sarana kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan antar warga,” tambah Eddy Surahman.

Winarti salah satu warga di Kota Sampit mengungkapkan buka bersama dianggap sebagai momen penting untuk berbagi kebahagiaan dan saling memaafkan menjelang lebaran.

 “Kami rutin buka bersama dengan keluarga besar dan teman-teman. Selain jadi kesempatan untuk kumpul, ini juga menguatkan rasa kebersamaan dan toleransi,” ucapnya. 

Dengan kesederhanaan yang penuh makna, tradisi buka bersama di Ramadan menjadi simbol kebersamaan yang menghiasi setiap sudut kehidupan masyarakat, menguatkan rasa persaudaraan, dan membawa kedamaian di bulan suci. (DEVIANA/y)