BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam upaya menunjukkan komitmen dan keseriusan menjadi tuan rumah kegiatan berskala internasional, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan audiensi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Kamis, 26 Februari 2026.
Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Pelayanan Pemuda Kemenpora RI, Jakarta. Audiensi dihadiri langsung Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kobar Alfan Khusnaini bersama Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Kepemudaan. Mereka diterima oleh Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global, Esa Sukmawijaya, dan tiga pejabat kementerian yang menangani program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN).
Kepala Dispora Kobar, Alfan Khusnaini, mengatakan pertemuan tersebut merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah PPAN Tahun 2026.
Menurutnya, kehadiran langsung jajaran Dispora menjadi bukti keseriusan daerah dalam menyampaikan niat tersebut.
“Ini adalah bentuk itikad dan komitmen kami. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat siap menjadi tuan rumah dan telah menyiapkan dukungan anggaran sesuai dengan kemampuan daerah,” ujar Alfan saat dikonfirmasi.
Dalam audiensi tersebut, pihak Kemenpora RI memberikan pemahaman terkait konsekuensi dan tanggung jawab sebagai tuan rumah.
Pihak Kemenpora RI menjelaskan penyelenggaraan PPAN membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk dalam hal pembiayaan dan teknis pelaksanaan kegiatan.
Alfan menyampaikan, bahwa Bupati Kobar memiliki keinginan besar agar PPAN 2026 dapat digelar di Kabupaten Kobar. Komitmen tersebut juga disertai kesiapan pemerintah daerah untuk menyokong kebutuhan anggaran selama kegiatan berlangsung.
Ia menilai, apabila Kabupaten Kobar terpilih sebagai tuan rumah, kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan kepemudaan di daerah.
Para pemuda lokal dari Kabupaten Kobar, Bumi Marunting Batu Aji berkesempatan memperluas jejaring internasional, meningkatkan kapasitas diri, serta memperkaya wawasan global.
Selain itu, penyelenggaraan PPAN diyakini dapat memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran peserta dari berbagai negara akan mendorong perputaran ekonomi melalui kebutuhan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga promosi daerah di tingkat nasional dan internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Kemenpora juga menyampaikan sejumlah opsi program pertukaran, seperti Indonesia–Singapura, Indonesia–Arab Saudi, dan Indonesia–Australia, yang direncanakan berlangsung pada Juli hingga November 2026.
Terakhir, Alfan Khusnaini berharap harapan besar Kabupaten Kobar untuk menjadi tuan rumah dapat terwujud dan kegiatan tersebut sukses digelar di Bumi Marunting Batu Aji.
"Kami sangat berharap Kabupaten Kotawaringin Barat dapat dipercaya menjadi tuan rumah Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2026. Semoga harapan besar ini dapat terwujud dan kegiatan tersebut sukses digelar di Bumi Marunting Batu Aji,” pungkasnya. (NURITA/y)









