BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memilih mudik lebih awal melalui Pelabuhan Sampit untuk menghindari lonjakan penumpang dan kehabisan tiket menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Salah satu penumpang, Suliksan, mengaku sengaja berangkat lebih awal agar bisa merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Ia menumpang KM Dharma Rucitra VI dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
"Saya mudik lebih awal karena ingin Lebaran di kampung. Takut kalau dekat-dekat Lebaran kehabisan tiket," ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.
Suliksan yang bekerja di perkebunan sawit di Parenggean, Kotim, berangkat ke Pelabuhan Sampit menggunakan jasa travel. Selanjutnya ia berlayar dengan KM Dharma Rucitra VI pukul 18.00 WIB dan diperkirakan tiba di Surabaya keesokan harinya, Jumat, 27 Februari 2025.
Setibanya di Surabaya, ia masih harus melanjutkan perjalanan darat sekitar empat jam menuju kampung halamannya di Lumajang, Jawa Timur.
"Dari Surabaya ke Lumajang kurang lebih empat jam perjalanan," tambahnya.
Sementara itu, Manajer PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit Kacung Muhadi menyampaikan, KM Dharma Rucitra VI dijadwalkan berangkat dari Sampit menuju Surabaya pada pukul 18.00 WIB.
"Hari ini KM Dharma Rucitra VI berangkat dari Sampit tujuan Surabaya. Update terakhir jumlah penumpang sekitar 315 orang," katanya.
Ia memprediksi jumlah penumpang akan terus bertambah mendekati puncak arus mudik. Karena itu, masyarakat diimbau untuk memesan tiket lebih awal guna menghindari kehabisan.
Mudik lebih awal menjadi pilihan rasional bagi sebagian warga Kotim, terutama pekerja sektor perkebunan dan swasta, yang ingin memastikan dapat berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya tanpa terkendala transportasi. (DEWI PATMALASARI/y)









