BORNEONEWS, Pulang Pisau – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harapan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dan arus balik mulai menemukan titik terang. Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Tengah melalui Satuan Pelayanan Pelabuhan BPTD Kalteng menggelar rapat persiapan pengoperasian kembali Pelabuhan Sungai Mintin – Anjir Sampit yang berlokasi di Pelabuhan Mintin, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis, 26 Februari 2026.
Rapat tersebut menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali denyut transportasi air di jalur strategis Mintin–Anjir Sampit. Sejumlah pihak hadir dalam pertemuan itu, di antaranya perwakilan BPTD Kalimantan Tengah, Pengawas Transportasi BPTD, Kasatpol Airud, Kapolsek Kahayan Hilir, Kepala Dinas Perkimhub Pulang Pisau bersama jajaran, serta para pelaku usaha operator kapal feri penyeberangan Mintin–Anjir Sampit.
Kepala Dinas Perkimhub Pulang Pisau, Ferdinand Yacob Vella, menyampaikan bahwa selain rapat koordinasi, pihaknya juga melakukan inspeksi langsung terhadap sarana dan prasarana pelabuhan yang sebelumnya sempat ditutup sementara untuk pemeliharaan oleh BPTD Kalteng.
“Dari hasil rapat dan inspeksi tersebut, kami melanjutkan dengan uji coba sandar dan tambat kapal feri dengan GT 100 yang bermuatan. Ini sebagai langkah awal menuju pembukaan normal layanan pelabuhan yang direncanakan pada 14 Maret 2026 untuk mendukung arus mudik dan arus balik Idul Fitri,” kata Ferdinand.
Ia menjelaskan, Pelabuhan Mintin saat ini masih merupakan aset BPTD, sehingga operasional sepenuhnya berada di bawah kewenangan BPTD. Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berperan sebagai salah satu operator kapal, berdampingan dengan operator swasta yang juga melayani penyeberangan di lintasan tersebut.
“Selain kapal milik pemda, ada juga kapal milik swasta yang beroperasi di sana. Harapannya, dengan pengaktifan kembali pelabuhan ini, pelayanan kepada masyarakat pengguna transportasi air bisa semakin optimal,” ujar Ferdinand.
Dengan sinergi lintas instansi dan dukungan para operator kapal, Pelabuhan Mintin–Anjir Sampit diharapkan kembali menjadi urat nadi transportasi air yang memperlancar mobilitas warga, khususnya dalam momen penuh makna seperti Idul Fitri. (RETHA/y)









