BORNEONEWS, Palangka Raya – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palangka Raya kecewa lantaran spanduk ucapan selamat datang Presiden RI Joko Widodo mendadak hilang. Ada dua titik hilangnya spanduk berukuran panjang lima meter dan lebar dua meter itu. Dua spanduk di kawasan Bundaran Besar, sedangkan satu sisanya di Lapangan Sanaman Mantikai.

Ketua HMI Cabang Palangka Raya Rahmad Fauzi mengatakan, hilangnya spanduk tersebut diduga terjadi pada Senin (19/12/2016) malam. Namun dia tidak mengetahui siapa oknum yang melepas spanduk tersebut.

“Kami HMI Cabang Palangka Raya sangat mengapresiasi kedatangan presiden. Namun hari ini, kami sangat kecewa. HMI yang memiliki niatan bagus dalam rangka menyambut kedatangan presiden melalui pemasangan spanduk bertuliskan selamat datang, hilang. Padahal, tadi malam temen-temen membuat nglembur dan memasang ditengah hujan turun,” keluh Rahmad Fauzi didampingi Kepala Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan HMI, Muhammad Amrullah, Selasa (20/12/2016).

Rasa kecewa lebih dalam lagi mengingat spanduk-spanduk ucapan selamat datang dari instansi lain juga masih terpajang tegap. “Ada partai yang juga memasang spanduk ucapan selamat datang. Kemudian dari dinas-dinas. Foto presiden juga ada. Tapi kenapa cuma HMI yang dilepas. Nah ini menjadi pertanyaan kami. Padahal dari segi ucapan, tidak ada kata-kata yang mengandung provokasi kepada pemerintah,” keluh dia lagi.

Menurut Rahmad, ada sembilan spanduk yang telah mereka siapkan dengan ukuran sama. Isi spanduk tersebut yakni “Assalamualaikum Wr. Wb. Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Palangka Raya mengucapkan Selamat Datang Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. H. Joko Widodo di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, Kalimantan Tengah, Palangka Raya”.

Kemudian sekitar pukul 21.30 WIB, enam spanduk terpasang, yakni di Bandara Tjilik Riwut, Bundaran Burung, Kampung Lauk, Bundaran Besar (dua spanduk) dan Dinas Pendidikan Kalteng.

“Nah yang hilang ada tiga spanduk. Sisanya belum kita lakukan pengecekan. Kemudian ada sisa spanduk yang belum kita pasang. Padahal rencananya akan kita pasang di Institute Agama Islam Negeri (IAIN),” ungkapnya.

“Kita tidak ingin menduga-duga siapa pelakunya. Tapi sebenarnya ini juga menjadi pertanyaan. Kenapa sampai dilepas. Apa salahnya. Kalau seandainya salah kan seharusnya bisa dikomunikasikan. Sehingga kita bisa memperbaiki,” bebernya.

Masih menurutnya, niatan memasang spanduk selamat datang itu bukanlah semata ide HMI. “Beberapa hari lalu, ada saran dari Pak Gubernur, kedatangan Jokowi bisa dimeriahkan dengan pemasangan spanduk,” ucapnya.

“Pencopotan itu juga tidak ada konfirmasi dari kita. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” timpal Amrullah.

Akibat pelepasan spanduk tersebut, HMI Cabang Palangka Raya langsung berencana menggelar aksi damai di Bundaran Besar bertepatan dengan kedatangan Jokowi. Tujuannya, lanjut Rahmad, menyuarakan agar pemerintah pusat dapat menghargai karya anak bangsa.

Namun rencana aksi tersebut akhirnya diurungkan. Hal ini tidak lepas setelah Kasat Intel AKP Budi Nugroho mewakili Kapolres AKBP Lili Warli bersama anggotanya melakukan pendekatan secara persuasif. (BUDI YULIANTO/m)