BORNEONEWS, Sampit --Kecelakaan menelan korban jiwa kian maraki di Kabupaten Kotawaringin Timur belakangan ini. Mirisnya rata-rata kecelakaan melibatkan truk tangki CPO dengan kendaraan jenis roda dua dan roda empat lainnya.
Seperti kecelakaan yang terjadi di Jalan Tjilik Riwut, tepatnya di Desa Luwuk Ranggan,Kecamatan Cempaga pada Senin (19/12) sekitar pukul 17..30WIB. Dua orang pengendara sepeda motor terpental dan satu tewas di tempat secara mengenaskan akibat benturan kuat pasca kejadian tersebut.
"Kejadiannya Desa Luwuk Ranggan. Sepeda motor Supra kalau tidak salah nomor platnya KH 3497 LD yang dikendarai atas nama Angga Prasetyo dengan membonceng temannya. Ngeri saya melihat kepala korban pecah, satunya kritis." kata Duan, warga desa setempat, Selasa (20/12/2016).
Sementara itu berdasarkan informasi dihimpun pria yang kesehariannya sebagai pekerja bangunan merupakan warga jalan DI Panjaitan 31 Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Saat itu korban yang berboncengan dengan temannya melaju dari arah Sampit menuju desa setempat untuk bekerja.
"Dia datang dari Sampit mau ke Lubuk Ranggan. Dari arah berlawanan datang tangki CPO itu, laju sekali, entah seperti apa tiba-tiba ada suara keras dan teriakan orang-orang di sekitar penjual buah. Kan kejadiannya tidak jauh dari rumah saya." kata Ode, warga yang tinggal hanya berjarak beberapa puluh meter dari TKP tersebut.
Sementara itu Wim RK Benung yang kebetulan melintas di sekitar TKP itu sempat menghentikan kendaraannya untuk melihat secara langsung di TKP. "Saya melihat memang satu korban yang meninggal. Saya kebetulan dalam perjalanan pulang dari Palangka Raya," pungkas Wim, Kabag Ekonomi Pemkab Kotim itu .
Terpisah Kasatlantas Polres Kotim AKP Ariefianto di konfirmasi juga membenarkan hal tersebut menurutnya pihaknya saat ini dalam penyelidikan.
"Pastinya masih dalam pengembangan penyelidikan kita. Barbuk sudah kita amankan, kita dalam pemeriksaan saksi-saksi," pungkasnya. (SUMIATI/m)








