PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palangka Raya, telah melaksanakan pemantauan langsung terhadap makanan dan minuman yang diperjualbelikan di pasar Ramadan sebagai upaya memastikan keamanan pangan bagi masyarakat selama bulan suci.

Kegiatan ini dilakukan dengan menyasar sejumlah pedagang takjil dan makanan siap saji yang ramai dikunjungi warga menjelang waktu berbuka puasa.

Menyikapi hal ini Wakil Ketua II DPRD Palangkaraya, Nenie Adriati Lambung mengajukan permintaan kepada BPOM agar menyampaikan secara publik temuan maupun laporan hasil uji laboratorium makanan dan minuman yang dijual di pasar Ramadan. 

Hal ini untuk memberikan transparansi dan kepercayaan kepada masyarakat terkait keamanan pangan yang dikonsumsi selama bulan puasa.

Nenie menegaskan bahwa informasi mengenai hasil uji lab sangat penting bagi masyarakat agar dapat memilih makanan dan minuman yang aman dan sehat. 

Meningkatkan pengawasan terhadap peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya selama Ramadan, termasuk melalui pengambilan sampel secara acak untuk diuji kandungan formalin, boraks, dan lainnya.

"Kita perlu memastikan bahwa informasi hasil uji lab tidak hanya diketahui oleh pihak terkait, tetapi juga dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Dengan demikian, warga dapat lebih percaya dan cerdas dalam memilih makanan berbuka puasa," ujar Nenie, Jumat, 27 Februari 2026.

Nenie juga menambahkan bahwa publikasi hasil uji lab dapat menjadi bentuk pengawasan masyarakat yang efektif. Selain itu, hal ini juga dapat mendorong para pedagang untuk lebih memperhatikan kualitas dan keamanan produk yang mereka jual.

"Kami akan terus mengawasi agar langkah ini dapat terealisasi dan memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan masyarakat," katanya.

Sampai berita ini ditayangka. BPOM Palangka Raya belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan ini. (MARINI/R)