BORNEONEWS, Pontianak - BPKP Perwakilan Kalimantan Barat menggelar Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran (Evran) Tahun Anggaran 2026 bersama Bupati Kabupaten Kayong Utara, Romi Wijaya, di Kantor Perwakilan BPKP Kalbar, Jumat, 27 Februari 2026.
Kepala Perwakilan BPKP Kalbar, Rudy M Harahap, menyampaikan evaluasi akan difokuskan pada lima sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penurunan prevalensi stunting, serta ketahanan pangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan arah kebijakan APBD 2026 selaras dengan prioritas pembangunan nasional maupun daerah.
Menurut Rudy, ketepatan dalam perencanaan dan penganggaran di tingkat kabupaten menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program strategis pemerintah, termasuk target Astacita dan Quick Wins PHTC. Ia menegaskan evaluasi bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen penting untuk menjamin setiap belanja daerah memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya, terdapat potensi ketidakefektifan anggaran yang cukup besar di Kayong Utara. Tercatat sekitar Rp351,87 miliar atau hampir seluruh rancangan subkegiatan berisiko tidak efektif karena sejumlah program dinilai belum sepenuhnya relevan dengan prioritas pembangunan.
Karena itu, pemerintah daerah didorong melakukan identifikasi terhadap kegiatan yang kurang produktif atau berpotensi boros, lalu melakukan refocusing anggaran ke program yang lebih berdampak langsung. Efisiensi belanja diharapkan mampu memperkuat capaian indikator kinerja utama (IKU) kepala daerah.
Rudy juga menekankan pentingnya sinkronisasi target pembangunan antara kabupaten dan provinsi, termasuk penyelarasan indikator seperti Rata-rata Lama Sekolah (RLS) agar selaras dengan target Provinsi Kalimantan Barat. Selain itu, integrasi kinerja organisasi hingga level individu dinilai perlu diperkuat dengan memasukkan indikator sasaran sampai tingkat subkegiatan ke dalam sistem penilaian kinerja pegawai.
Peningkatan kualitas data perencanaan serta penguatan kapasitas aparatur melalui pelatihan teknis juga menjadi perhatian dalam proses evaluasi tersebut. Dengan langkah itu, diharapkan perencanaan dan penganggaran APBD Kabupaten Kayong Utara Tahun 2026 semakin tepat sasaran, efektif, dan memberikan dampak konkret bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
ANTARA









