SAMARINDA –

BORNEONEWS, Sangatta – Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, disepakati memanfaatkan sebagian fasilitas Kampus Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) sebagai lokasi operasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang inklusif dan merata bagi masyarakat prasejahtera.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, mengatakan pemanfaatan aset Stiper merupakan bukti kehadiran pemerintah daerah dalam menyediakan solusi pendidikan yang berkelanjutan.

“Pemanfaatan sebagian aset Stiper sebagai lokasi berdirinya Sekolah Rakyat merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya di Sangatta, Jumat, 27 Februari 2026.

Ia menjelaskan Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar tetap memperoleh hak pendidikan yang layak. Karena itu, seluruh aspek pendukung harus dipastikan matang, mulai dari legalitas, sarana prasarana, hingga kesiapan tenaga pendidik.

Mahyunadi menargetkan seluruh dokumen dan persiapan teknis rampung sesaat setelah Idul Fitri tahun ini. Pemerintah Kabupaten Kutim selanjutnya akan menyampaikan usulan tersebut ke Kementerian Sosial untuk dilakukan peninjauan lokasi sebelum sekolah resmi dijalankan.

Sekolah Rakyat direncanakan berbasis asrama, sehingga dibutuhkan standar hunian yang memadai. Setidaknya disiapkan dua bangunan utama terpisah untuk siswa dan siswi, lengkap dengan ruang kelas, kamar guru pembimbing, perpustakaan, fasilitas tempat tidur asrama, serta dapur umum guna menunjang kegiatan belajar mengajar.

Kesepakatan pemanfaatan fasilitas Stiper ini diputuskan setelah rapat koordinasi intensif yang dipimpin Wakil Bupati di Ruang Ulin Kantor Bupati Kutim. Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kutim Ernata Hadi Sujito, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim Akhmad Asari, serta jajaran Yayasan Stiper Kutim.

Kepala Dinsos Kutim, Ernata Hadi Sujito, menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses rintisan Sekolah Rakyat secara berkelanjutan, termasuk melakukan verifikasi bangunan bersama Yayasan Stiper serta pendataan calon peserta didik agar program berjalan sesuai rencana.

ANTARA