BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Peningkatan sektor budidaya perikanan bagi masyarakat desa pesisir terpadu di Kecamatan Kumai menjadi perhatian pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Kotawaringin Barat Hj.Nurhidayah dan Ahmadi Riansyah.
Pelaku usaha perikanan akan didorong dengan melakukan pendampingan kepada pelaku usaha yang dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, upaya itu harus dibarengi pemberian bantuan tepat guna dan tepat sasaran yang bertujuan untuk mensejahterakan kehidupan nelayan.
"Diberikannya pendampingan kepada para nelayan merupakan bentuk komitmen untuk memajukan sektor budidaya perikanan dan perikanan tangkap bagi nelayan di Desa Pesisir Terpadu Bogam Raya," kata Calon Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah di hadapan ratusan pendukungnya saat melaksanakan kampanye dialogis terbatas di Desa Teluk Bogam, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringi Barat, Senin (20/12/2016), malam.
Nurhidayah juga bertekad pasangan Nurani akan mendorong investor agar dapat berinvestasi di Kabupaten Kotawaringin Barat dengan tujuan menciptakan terbukanya lapangan kerja secara luas sehingga bisa menampung tenaga kerja umur produktif.
Dalam monologisnya Nurhidayah juga tidak henti-hentinya menegaskan komitmennya meningkatkan sektor pendidikan melalui program seragam gratis bagi siswa SD dan SMP.
Sektor pendidikan diyakininya mampu meningkatkan sumberdaya manusia guna menghadapi persaingan dalam era globalisasi.
Sementara itu calon wakil Bupati Kabupaten Kotawaringi Barat Ahmadi Riansyah mengatakan, berkaca dari pengalaman yang dihadapi masyarakat, maka pelatihan serta pendampingan masyarakat dalam bidang usaha perikanan harus lebih tepat sasaran dan tidak hanya sebatas upaya menghabiskan anggaran tahun berjalan, tetapi justru minim hasil.
Pelatihan Usaha Mikro dan Kecil (UMKM) bidang perikanan harus dititikberatkan pada kemampuan masyarakat untuk berusaha dan bersaing di pasar. Pelatihan dan pendampingan budidaya di laut (Mariculture) seperti Keramba Jaring Apung (KJA) harus digalakkan, khususnya wilayah kepulauan yang memiliki perairan yang berpotensi di sektor usaha tersebut.
"Pelatihan usaha mikro sangat dibutuhkan bagi peningkatan produksi perikanan masyarakat nelayan di Kabupaten Kotawaringin Barat, sembari itu pendampingan kepada mereka terus berjalan," kata Ahmadi Riansyah.
Ahmadi juga mengatakan bahwa pembangunan sektor kelautan dan perikanan bertujuan mensejahterakan rakyat dengan menerapkan sistem industrialisasi yang ramah lingkungan, mengedepankan keseimbangan lingkungan dan kelautan, perikanan serta menumbuhkan daya saing usaha perikanan adalah cita–cita besar.
Hal itu dapat tercapai dengan dimulai dari penataan sistem dan kelembagaan ussha perikanan dan mendorong peran serta masyarakat untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia (PMD ). (KOKO SULISTYO/m)








