BORNEONEWS, Pontianak – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat membahas percepatan pembangunan jalan tol guna mendukung optimalisasi Pelabuhan Kijing sebagai simpul logistik strategis.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menegaskan Pelabuhan Kijing diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi, tidak hanya bagi Kalbar tetapi juga nasional. Karena itu, dukungan infrastruktur utama seperti akses jalan tol dinilai krusial, terutama untuk angkutan peti kemas.
“Kijing ini motor untuk menggerakkan ekonomi. Prospeknya besar, tapi harus didukung akses jalan memadai, khususnya untuk peti kemas,” ujarnya usai berdiskusi dengan Gubernur Kalbar di Pontianak, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurutnya, Pelindo dan Pemprov Kalbar tengah menjajaki peluang investasi guna merealisasikan pembangunan tol menuju kawasan pelabuhan. Ia menyebut situasi investasi cukup kondusif dan optimistis proyek dapat berjalan.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Ia menilai keberadaan tol menjadi syarat utama agar pemindahan arus peti kemas dari Pelabuhan Dwikora Pontianak ke Kijing dapat dilakukan secara aman dan efektif.
Selama ini, aktivitas truk kontainer di jalan dalam Kota Pontianak kerap memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Menurut Norsan, kondisi itu menjadi “bottleneck” yang harus segera diatasi melalui pembangunan akses khusus.
“Beban berat mobil pengangkut peti kemas akan lebih aman jika melewati jalan tol. Kalau lewat jalan masyarakat, selain belum memadai, potensi macet dan kecelakaan juga tinggi,” katanya.
Saat ini Pelabuhan Kijing telah melayani ekspor non-peti kemas seperti curah dan kargo tertentu. Namun, layanan peti kemas internasional dinilai belum optimal karena keterbatasan akses darat.
Pemprov Kalbar dan Pelindo terus berkoordinasi untuk mempercepat realisasi proyek melalui skema investasi. Dengan dukungan tol, Pelabuhan Kijing diharapkan bertransformasi menjadi gerbang logistik internasional sekaligus meningkatkan daya saing perdagangan Kalimantan Barat di pasar global.
ANTARA









