BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Evaluasi dan perbaikan kini dilakukan di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kapuas. Tak hanya menyangkut kalkulasi nilai gizi menu, pembenahan juga menyasar aspek transparansi anggaran. Langkah ini diharapkan menjadi perbaikan positif atas berbagai temuan dan aduan yang mencuat dalam beberapa waktu terakhir. Hingga kini, progres perbaikan disebut terus berjalan.
Salah satu perubahan yang terlihat publik terdapat pada unggahan akun resmi SPPG Selat 02 pada Jumat, 27 Februari 2026. Jika sebelumnya publikasi hanya menampilkan menu beserta kalkulasi gizinya, kini turut dicantumkan rincian anggaran tiap menu yang disajikan setiap hari. Transparansi tersebut diketahui sudah berlangsung dalam tiga hari terakhir.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kuala Kapuas sebelumnya sempat menuai sorotan, khususnya selama Ramadan akhir Februari 2026. Sejumlah wali murid menyampaikan aduan terkait menu yang diterima anak-anak mereka, sehingga memicu diskusi luas di tengah masyarakat.
“Mungkin karena masih baru dan adaptasi di bulan Ramadan. Kita orang tua sebenarnya berharap ada perbaikan pengawasan,” ucap salah satu wali murid di Kapuas yang enggan disebutkan namanya.
Bahkan, hingga kini dikabarkan masih ada beberapa wali murid yang menyimpan bukti menu MBG bermasalah yang diterima anaknya. Aduan tersebut kemudian memunculkan saling klaim di lapangan antara pihak orang tua dan pengelola SPPG.
Di satu sisi, terdapat pihak SPPG yang menyatakan proses pengawasan sudah dilaksanakan sesuai prosedur. Namun di sisi lain, sejumlah wali murid menyebutkan kondisi yang berbeda dengan yang disampaikan pengelola. Situasi ini membuat publik menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai duduk perkara sebenarnya.
Belum diketahui secara pasti bagaimana sikap pemerintah daerah terkait laporan yang saling bertolak belakang tersebut, termasuk kemungkinan dilakukan investigasi atau evaluasi menyeluruh. Masyarakat berharap ada langkah tegas guna memastikan program berjalan sesuai tujuan awalnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Kapuas Selat Hulu, Dina Febrianti, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaksesuaian menu pada awal distribusi. “Kami meminta maaf untuk semua penerima manfaat kami yang awal distribusi menu yang kami sajikan tidak sesuai harapan dan kurang diterima. Tujuan kami sebenarnya baik, ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak dengan mengurangi produk UPF dan mengikuti anjuran BGN untuk menggunakan produk UMKM,” ujarnya.
Di tengah dinamika yang berkembang, selain masih ada pihak yang tetap bersikukuh pada klaimnya masing-masing, terdapat pula pihak SPPG yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf jika terdapat kekurangan dan berkomitmen melakukan perbaikan serta evaluasi agar pelayanan ke depan semakin optimal. (SABRIANOOR/y)









