BORNEONEWS, Pulang Pisau - Presiden RI Joko Widodo bertekad mengembalikan kejayaan industri kehutanan melalui hutan tanaman rakyat.  

Presiden Jokowi mengatakan itu saat meresmikan groundbreaking pabrik Barecore Unit VI di jalan Lintas Kalimantan desa Buntoi kecamatan kahayan Hilir, Selasa (20/12/2016).

Presiden mengatakan saat ini ada alokasi seluas 12,7 juta hektar untuk perhutanan sosial yang akan dibagikan kepada petani, sejumlah kelompok tani, koperasi dan pondok pesantren.

"Sebelum dibagi kita harus yakin dulu bahwa tanah itu produktif," kata Presiden.

Presiden mengatakan adanya hutan produksi milik masyarakat sebagai upaya pemerintah mengkorporasikan petani, mengkorporasikan kelompok tani, mengkorporasikan koperasi. Harapannya dengan mendapatkan hak tanah kepada petani untuk pengambangan HTR, maka akan memunculkan kesejahteraan sosial.

Seperti di Pulang Pisau, alokasi lahan yang dibagikan untuk ditanami sengon. Dan pada empat tahun kedepan maka petani bisa mendapatkan pendapatan sebesar Rp200 juta per hektar.

"Dengan demikian rakyat benar-benar memiliki pekerjaan dan saya tidak mau lagi datang ke sini hanya untuk cek hutan yang terbakar. Tetapi mau melihat apa yang sudah dilakukan oleh kelompok tani menjaga hutan melalui program HTR ini," katanya.

Menurutnya dengan ada kerja sama yang baik antara pabrik dan petani, maka pabrik tidak mengeluarkan biaya untuk menjaga hutan  karena rakyat yang akan menjaga hutannya.

"Rakyat mendapatkan manfaat dari hutan dan kesejahteraan ada disekitar kita," katanya.

Dan untuk Kalteng, kata Jokowi. melalui Kementerian Lingkungan Hidup memproyeksi sebesar 1,6 juta hektar untuk HTR ini. (JAMES DONNY/m)