PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Jati Asmoro mengemukakan bahwa Pasar Datah Manuah tidak boleh hanya dimanfaatkan dan diramaikan saat bulan Ramadan tiba, tetapi juga perlu diaktifkan pada hari-hari biasa agar aktivitas ekonomi di pasar tersebut dapat terus berjalan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Menurut Jati Asmoro, selama ini Pasar Datah Manuah cenderung hanya ramai dikunjungi ketika menjelang dan selama bulan Ramadan. Namun, setelah bulan Ramadan usai, aktivitas di pasar tersebut seringkali menurun drastis, sehingga berdampak pada penghasilan pedagang yang berjualan di sana.

"Pasar Datah Manuah jangan hanya dimanfaatkan diramaikan saat Ramadan saja tapi hari biasa juga harus dilakukan agar pasar tersebut hidup aktivitas ekonomi," ujar Jati, Sabtu, 28 Februari 2026. 

Ia menekankan bahwa pasar memiliki potensi besar untuk menjadi pusat perdagangan lokal yang dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Jati menjelaskan bahwa beberapa langkah dapat dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat berbelanja di Pasar Datah Manuah pada hari-hari biasa, seperti mengatur ragam jenis barang dagangan yang lebih beragam, meningkatkan kebersihan dan kenyamanan lingkungan pasar, serta melakukan promosi yang terencana untuk menarik pembeli.

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah kota untuk memberikan dukungan kepada para pedagang di pasar tersebut, baik dalam bentuk pelatihan pengelolaan usaha, akses permodalan, maupun penyempurnaan sarana dan prasarana yang ada. 

"Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing para pedagang dan membuat pasar menjadi lebih menarik bagi masyarakat," harapnya. (MARINI/y)