BORNEONEWS, Pangkalan Bun – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Kumai memastikan kesiapan menghadapi arus Mudik Lebaran 2026, dengan menggandeng TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam pengamanan di Pelabuhan Kumai.
Kepala Cabang Pelni Kumai, Andry Yudha, mengatakan kerja sama dengan TNI AL sebenarnya sudah terjalin dari pusat. Namun pada momen peak season mudik Lebaran, akan ada penambahan personel TNI AL Kumai untuk membantu pengamanan.
“Kami dari pusat memang sudah ada kerja sama dengan TNI AL. Sehingga nanti pada saat pengamanan Mudik Lebaran kami ada penambahan personel TNI AL Kumai,” ujar Andry, Sabtu, 28 Februari 2026.
Ia menjelaskan, selama masa puncak arus mudik akan ada delapan personel TNI AL yang diperbantukan. Mereka akan membantu proses embarkasi dan debarkasi penumpang agar berjalan aman dan tertib.
“Dengan adanya TNI AL harapannya lebih memberikan keamanan bagi calon penumpang. Ada delapan personel saat peak season, membantu di embarkasi dan debarkasi,” jelasnya.
Dari sisi jumlah penumpang, Pelni memprediksi total arus mudik periode 6 Maret hingga 6 April mencapai sekitar 58.850 penumpang untuk ruas yang datang ke Kumai. Sementara untuk keberangkatan dari Kumai, rute terpadat diperkirakan terjadi pada jalur Kumai–Semarang.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, jumlah call (kol) kapal juga mengalami peningkatan. Jika tahun sebelumnya terdapat 16 kol, maka pada peak season tahun ini bertambah satu menjadi 17 kol.
Awalnya, terdapat empat kapal yang melayani rute Kumai, yakni KM Kelimutu, KM Lawu, KM Lawit, KM Binaiya, serta KM Awu. Pada peak season ini, Pelni menambah satu kapal lagi, yakni KM Leuser, untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang.
Namun demikian, Andry menyebut jadwal untuk KM Lawit hingga kini masih menunggu rilis resmi.
“Untuk jadwal Lawit ini belum keluar. Nanti kalau sudah keluar pasti diserbu lagi,” katanya.
Terkait persiapan, Pelni Kumai telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Barat. Selain itu, pihaknya juga aktif mengedukasi masyarakat terkait tata cara pembelian tiket.
“Kami juga mengimbau jangan pilih-pilih kapal, takutnya tidak kebagian tiket. Kemudian kalau sudah ada jadwal pulang, supaya langsung dibeli saja, jangan menunggu habis Lebaran,” tegasnya.
Pelni juga terus mempermudah sistem pembayaran tiket. Sejak 6 Februari, pembayaran tiket sudah bisa dilakukan melalui jaringan BRILink di seluruh Indonesia. Kemudian per 20 Februari, metode pembayaran juga telah terintegrasi dengan aplikasi GoPay.
“Jadi calon penumpang semakin mudah untuk membayar tiket Pelni,” pungkasnya. (DANANG/H)
Pengamanan Mudik Lebaran 2026, Pelni Kumai Libatkan TNI AL
Bagikan:

PANGKALAN BUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Komentar (0)
Memuat komentar…







