BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya Hap Baperdu menyatakan bahwa integrasi informasi geospasial memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung berbagai sektor pembangunan di kota ini, termasuk pembangunan infrastruktur, penataan ruang, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pendapat ini disampaikannya dalam diskusi terkait perencanaan pembangunan berkelanjutan di wilayah Palangka Raya.
Menurut Hap Baperdu, penggunaan data geospasial yang terintegrasi dapat memberikan gambaran yang akurat dan komprehensif mengenai kondisi wilayah, mulai dari kondisi lahan, sumber daya alam, hingga distribusi fasilitas publik. Hal ini menjadi dasar penting untuk membuat keputusan pembangunan yang tepat sasaran dan efisien.
"Dalam sektor pembangunan infrastruktur, informasi geospasial membantu dalam perencanaan lokasi pembangunan jalan, jembatan, serta sarana prasarana lainnya agar sesuai dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat," jelas, Sabtu, 28 Februari 2026.
Sementara itu, katanya dalam penataan ruang, data ini berguna untuk menetapkan zona penggunaan lahan yang tepat dan mencegah terjadinya konflik penggunaan lahan seperti yang dialami Puskesmas Jekan Raya.
Untuk peningkatan pelayanan publik, integrasi informasi geospasial memungkinkan pemerintah untuk mengidentifikasi wilayah yang masih kekurangan akses terhadap fasilitas penting seperti kesehatan, pendidikan, dan air bersih.
"Dengan demikian, alokasi sumber daya dapat dilakukan secara lebih merata dan tepat sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah," tambahnya.
Hap Baperdu menekankan bahwa perlu adanya kerja sama yang erat antara berbagai instansi pemerintah kota, perguruan tinggi, dan pihak terkait lainnya untuk mengembangkan sistem informasi geospasial yang terpadu. Hal ini termasuk penyediaan data yang akurat, pembaruan berkala, serta pelatihan bagi aparatur dalam penggunaan teknologi terkait.
Ia berharap bahwa penerapan integrasi informasi geospasial dapat segera diwujudkan secara menyeluruh di Kota Palangka Raya. Dengan demikian, pembangunan kota dapat berjalan lebih terstruktur, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara optimal. (MARINI/H)









