BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah mengumumkan bahwa fenomena Gerhana Bulan Total akan dapat diamati di wilayah Kalteng pada tanggal 3 Maret 2026 mendatang.
Prakirawan BMKG Kalteng, Neng Arini, menyampaikan detail lengkap mengenai waktu kejadian, fase-fase gerhana, serta posisi pengamatan terbaik bagi masyarakat yang ingin menyaksikan peristiwa langka ini.
“Gerhana Bulan Total kali ini merupakan bagian dari seri Saros 133 dan menjadi yang ke-27 dari 71 anggota dalam seri tersebut,” ujar Neng Arini kepada Borneonews, Sabtu, 28 Februari 2026.
Menurutnya, durasi keseluruhan gerhana mulai dari fase Gerhana Penumbra mulai (P1) hingga Gerhana Penumbra berakhir (P4) mencapai 5 jam 41 menit 51 detik. Sementara durasi parasital (dari fase sebagian mulai hingga sebagian berakhir) berlangsung 3 jam 27 menit 47 detik, dengan durasi totalitas sendiri mencapai 59 menit 27 detik.
Untuk wilayah Kalimantan Tengah, waktu pengamatan dimulai saat Bulan terbit. Berdasarkan data yang dirilis BMKG, di ibu kota Palangka Raya, Bulan akan terbit pada pukul 17.35.33 WIB dengan ketinggian 83,4 derajat.
Fase Gerhana Sebagian mulai (U1) akan terjadi pada pukul 18.03.56 WIB, kemudian memasuki fase total mulai (U2) pada pukul 18.33.39 WIB. Puncak gerhana akan terlihat pada pukul 19.03.23 WIB, sebelum memasuki fase total berakhir (U3) pada pukul 19.33.09 WIB dan fase sebagian berakhir (U4) pada pukul 20.02.47 WIB. Gerhana akan berakhir total pada pukul 21.24.35 WIB saat memasuki fase P4.
Kondisi visibilitas di berbagai kota di Kalteng menunjukkan kesempatan yang sama untuk menyaksikan fenomena ini. Di Sukamara, Bulan terbit pada pukul 17.46.58 WIB dengan fase U2 dimulai pukul 18.33.39 WIB, sementara di Nanga Bulik, Bulan terbit pukul 17.45.40 WIB dengan jadwal fase gerhana yang sejalan dengan wilayah lain di provinsi. Neng Arini menjelaskan bahwa lokasi yang berada di sebelah barat garis P1 akan dapat mengamati fase awal gerhana sejak Bulan terbit, sedangkan yang berada di barat garis U1 atau U2 akan menyaksikan fase mulai dari sebagian atau total gerhana.
“Untuk mendapatkan pengamatan yang optimal, kami menyarankan masyarakat untuk mencari lokasi terbuka yang minim gangguan cahaya buatan,” tambah Neng Arini.
Ia juga menekankan bahwa gerhana bulan tidak membahayakan mata jika diamati secara langsung, sehingga dapat dinikmati oleh segala usia tanpa alat pelindung khusus. BMKG juga menyebutkan bahwa gerhana bulan sebelumnya yang berasosiasi dengan seri ini terjadi pada 21 Februari 2008, dan yang akan datang akan terjadi pada 13 Maret 2044.
BMKG Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang pembelajaran tentang fenomena astronomi. Tim prakirawan juga akan melakukan pemantauan cuaca mendekati tanggal kejadian untuk memberikan informasi terkini mengenai kondisi langit yang dapat memengaruhi kualitas pengamatan.
“Kami berharap seluruh masyarakat dapat menyaksikan keindahan Gerhana Bulan Total dengan nyaman dan aman,” pungkas Neng Arini. (SABRIANOOR/H)









