BORNEONEWS, Banjarmasin - Warga di sekitar Jembatan Gerilya Kelayan atau yang dikenal sebagai Jembatan Kelayan 4, Banjarmasin dikejutkan dengan ramainya aksi perang petasan yang terjadi beberapa malam terakhir. Kejadian ini berlangsung saat warga sedang melaksanakan shalat Tarawih.
"Sebenarnya sudah beberapa malam kejadian ini berlangsung, biasanya saat Tarawih," ujar Saini, salah seorang warga setempat, Sabtu, 28 Februari 2026. Menurutnya, suara letusan petasan terdengar hampir setiap malam dan membuat warga sekitar merasa terganggu.
Aksi perang petasan ini dilakukan oleh kelompok remaja dan anak-anak yang saling melemparkan petasan di atas jembatan. Meskipun terlihat sebagai hiburan, aktivitas ini berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, terutama bagi pengendara dan warga yang melintas di sekitar lokasi.
Sejumlah warga mengaku khawatir dengan keselamatan anak-anak dan orang tua yang berada di dekat jembatan.
"Suara petasan sangat keras, dan kadang meledak terlalu dekat dengan warga," tambah Saini.
Hingga saat ini, belum ada laporan cedera serius akibat perang petasan tersebut. Namun, warga berharap pihak berwenang segera melakukan pengawasan dan memberikan himbauan agar kegiatan ini tidak membahayakan masyarakat.
Pihak kepolisian setempat pun diharapkan turun tangan untuk menertibkan aksi perang petasan ini, terutama selama bulan Ramadan, agar suasana tetap aman dan nyaman bagi seluruh warga sekitar. (SABRIANOOR/H)









