BORNEONEWS, Sampit – Usulan peningkatan infrastruktur jalan penghubung Desa Tumbang Penyahuan menuju Desa Tumbang Batu di Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hingga kini masih terkendala status kawasan hutan produksi (HP).
"Dari Desa Tumbang Penyahuan menuju Desa Tumbang Batu kurang lebih 18 kilometer. Badan jalan sudah ada, tapi untuk peningkatan badan jalan terkendala status kawasan hutan yang masih HP (hutan produksi)," kata Camat Bukit Santuai Agus Saptono, Minggu, 1 Maret 2026.
Persoalan tersebut sebenarnya sudah diperjuangkan sejak dirinya masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat hingga kini menjadi camat definitif.
Agus menjelaskan, pihak kecamatan pun telah mengusulkan penerbitan Surat Keputusan (SK) pinjam pakai kawasan hutan agar peningkatan badan jalan bisa bisa dilaksanakan melalui dukungan anggaran pemerintah daerah.
"Dua bulan lalu kami sudah mengirim surat terbaru ke Pj Sekda. Pemerintah daerah juga akan meneruskan prosesnya, berkoordinasi dengan provinsi bahkan sampai ke pusat," tambahnya.
Agus menambahkan, infrastruktur jembatan permanen untuk menyeberangi Sungai Kuayan sebenarnya sudah tersedia. Namun, dari ujung jembatan menuju Desa Tumbang Batu sepanjang 18 kilometer, kondisi jalan masih berupa tanah dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
"Badan jalannya sudah pernah terbuka, tapi untuk peningkatan tidak bisa dilakukan. Jadi sampai sekarang belum bisa dilewati motor atau mobil," ujarnya.
Sejumlah perusahaan besar swasta (PBS) di wilayah tersebut sebenarnya siap membantu membuka dan meningkatkan badan jalan, asalkan SK pinjam pakai kawasan hutan telah terbit. Tercatat ada empat PBS yang menyatakan kesiapan membantu, yakni PT AWL, PT Agro Bimantara Plantation, PT Buana Aditama, serta PT BCT.
"PT AWL siap membantu alat berat untuk membuka badan jalan. Perusahaan lainnya juga siap. Tapi mereka tidak berani kalau statusnya masih kawasan hutan," katanya.
Sebagai camat definitif yang baru dilantik beberapa bulan lalu, Agus menegaskan peningkatan jalan tersebut menjadi salah satu prioritasnya.
Ia terus menyuarakan usulan itu kepada Bupati, Pj Sekda, Dinas SDABMBKPRKP, hingga DPRD Kotim agar akses penghubung tersebut segera bisa difungsikan dan meningkatkan konektivitas masyarakat di Bukit Santuai. (DEWI PATMALASARI/R)









