BORNEONEWS, Sampit – Camat Bukit Santuai Agus Saptono membeberkan progres program listrik masuk desa di wilayahnya. Setelah bertahun-tahun menjadi kendala, kini seluruh desa di Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur ditargetkan segera teraliri listrik PLN secara menyeluruh pada 2026.
Ia mengatakan, dari 10 desa yang sebelumnya diusulkan dalam berbagai rapat koordinasi bersama Bupati dan DPRD Kotim, seluruhnya kini telah masuk tahap realisasi.
"Mulai satu bulan lalu mobilisasi tiang sudah masuk. Artinya progresnya sudah berjalan di lapangan," kata Agus, Minggu, 1 Maret 2026.
Desa Tumbang Batu saat ini tiang listrik sudah terpasang dan tinggal menunggu proses instalasi jaringan ke rumah-rumah warga. Sementara itu, Desa Tumbang Turung dan Desa Tumbang Sapia juga sudah menerima distribusi tiang listrik.
Secara keseluruhan, sudah ada tiga desa yang progres fisiknya terlihat dengan kedatangan dan pemasangan tiang listrik.
Ia optimistis apabila tidak ada kendala, maka pada 2026 seluruh desa di Bukit Santuai akan menikmati aliran listrik desa.
"Kalau tidak ada kendala, mudah-mudahan 14 desa se-kecamatan sudah teraliri listrik. Kami juga berharap dukungan masyarakat, terutama pemilik tanah di sepanjang sepadan jalan untuk pemasangan tiang listrik," katanya.
Diberitakan, setelah 18 tahun sejak pemekaran dari Kecamatan Mentaya Hulu, wilayah Bukit Santuai akhirnya berada merasakan pemerataan listrik desa.
Sebanyak 10 desa masuk dalam peta jalan (road map) jaringan listrik desa (lisdes) PLN tahun 2025 dan ditargetkan tuntas pada 2026.
Sepuluh desa yang segera menikmati listrik PLN di wilayah tersebut yakni, Desa Tumbang Sapia, Tumbang Getas, Tewai Hara, Tumbang Payang, Tumbang Kania, Tumbang Torung, Lunuk Bagantung, Tumbang Tawan, Tumbang Saluang, dan Tumbang Batu.
Sementara itu, empat desa yang telah lebih dulu menikmati listrik PLN adalah Desa Tumbang Kementing, Tanah Haluan, Tumbang Penyahuan, dan Tumbang Tilap. (DEWI PATMALASARI/R)









