SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 13 desa di Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur hingga kini masih mengalami blank spot atau tidak terjangkau jaringan telekomunikasi.

"Kalau blank spot ini hampir semua desa. Hanya di ibu kota kecamatan, di Desa Tumbang Penyahuan yang aman. Kalau desa lain sampai ke ujung, ke Tumbang Saluang, itu semua blank spot," kata Camat Bukit Santuai Agus Saptono, Minggu, 1 April 2026.

Kondisi blank spot sedikit mempengaruhi pelayanan pemerintahan desa, terutama dalam hal komunikasi dan pengiriman informasi secara cepat.

Ia mencontohkan, seharusnya surat atau informasi bisa dikirim melalui grup WhatsApp dalam hitungan detik. Namun karena keterbatasan sinyal, perangkat desa harus mencari titik tertentu yang memiliki jaringan agar pesan dapat terkirim.

Meski begitu, ia memastikan pelayanan pemerintahan tetap berjalan. Setiap desa telah memiliki operator khusus yang bertugas memantau komunikasi antara kecamatan dan desa.

Operator tersebut setiap hari ke kantor dan menuju lokasi yang memiliki sinyal untuk memastikan informasi tetap tersampaikan.

Agus menambahkan, sejumlah desa juga mulai membeli perangkat internet berbasis satelit seperti Starlink untuk membantu mengatasi keterbatasan jaringan.

"Sekarang informasinya, akhir-akhir ini desa juga beli alat starlink, jadi terbantu oleh alat itu juga," ujarnya.

Ia menegaskan, gangguan yang dirasakan lebih pada sisi kecepatan komunikasi, bukan sampai menghentikan pelayanan publik di desa secara umum. Berbeda dengan ibu kota kecamatan yang telah terjangkau sinyal dan tidak mengalami kendala komunikasi.

Pihaknya telah mengusulkan penanganan blank spot dalam setiap rapat bersama DPRD maupun Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Bahkan ia juga menyuarakan permasalahan tersebut saat reses Anggota DPD RI Agustin Teras Narang di Kotim beberapa waktu lalu.

"Kami tetap selalu bersabar karena kami memahami prosesnya. Itu pasti ada tahapan demi tahapannya, dan kami yakin, Pemkab Kotim selalu akan memperjuangkan itu. Contohnya jangankan masalah blank spot, urusan listrik desa saja, yang berapa tahun itu tidak ada tembus listrik desa, setahun ini kan terjawab," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)