BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan melestarikan kekayaan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menyatakan bahwa nilai-nilai tradisi Dayak merupakan identitas kota yang harus tetap eksis dan dikenal luas oleh generasi mendatang.
Arbert menekankan bahwa salah satu strategi utama pemerintah adalah dengan mengintegrasikan unsur kebudayaan ke dalam setiap agenda resmi pemerintahan.
Menurutnya, acara kedinasan bukan sekadar urusan administratif, melainkan juga sarana efektif untuk memperkenalkan keelokan seni daerah kepada tamu undangan maupun masyarakat umum yang hadir.
"Dalam setiap acara pemerintahan, kami berupaya agar tarian khas daerah selalu ditampilkan. Ini adalah bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap para seniman lokal sekaligus upaya agar seni tari kita tetap hidup dan dinamis," katanya, Minggu, 1 Maret 2026.
Selain tarian, tradisi penyambutan tamu juga menjadi perhatian serius. Arbert mencontohkan penggunaan prosesi Lawang Sakepeng, yakni atraksi silat tradisional khas Dayak yang biasanya dilakukan untuk menyambut tamu kehormatan.
Kehadiran prosesi ini dinilai mampu memberikan kesan mendalam sekaligus memperkuat marwah budaya setempat di mata publik.
Sekda menjelaskan bahwa pelestarian ini tidak hanya terbatas pada seremonial semata. Dengan melibatkan para pelaku seni dalam kegiatan pemerintah, secara tidak langsung akan tercipta ekosistem ekonomi kreatif yang mendukung kesejahteraan para seniman dan sanggar-sanggar tari yang ada di Kota Cantik.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk turut bangga dan mengambil peran dalam menjaga warisan leluhur.
Pemerintah Kota berkomitmen akan terus membuka ruang bagi ekspresi budaya agar kearifan lokal Kalimantan Tengah tetap terjaga di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat. (HENDRI/R)









