BORNEONEWS, Sampit – Warga menangkap seekor buaya di kawasan Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah dua video beredar pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Dalam video pertama, buaya terlihat berada di tepi pantai, tepat di samping batang pohon yang tumbang. Predator tersebut tampak dalam kondisi kaki dan mulut terikat tali.
Terdengar suara seseorang dalam video menanyakan kondisi hewan tersebut dengan kalimat, "matikah inya?" yang berarti "mati kah dia?"
Video kedua berdurasi sekitar 34 detik memperlihatkan suasana yang masih berada di sekitar Pantai Ujung Pandaran.
Seorang pria mengenakan kaos biru muda tampak mendekati buaya yang telah terikat tali tambang dan memegang tubuh predator tersebut.
Dari balik kamera terdengar suara peringatan kepada masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai.
Terdengar imbauan agar warga yang biasa mandi atau berkunjung ke kawasan Camp Kobes dan sekitar Ujung Pandaran lebih waspada karena adanya buaya yang tertangkap. Dalam rekaman itu juga terdengar pernyataan bahwa predator tersebut berhasil diamankan warga.
"Hati-hati yang ke pantai biasanya mandi, ni buaya di ujung pandaran. Yang biasanya ke kobes, di kobes ni buaya dapat," suara seseorang yang sedang mengambil video. "Ada predator buaya yang kami tangkap," suara orang lainnya.
Sementara itu, Camat Teluk Sampit, Rida Iswandi, saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan terkait penangkapan buaya tersebut.
Namun ia membenarkan bahwa kemunculan buaya muara di sekitar Pantai Ujung Pandaran memang sudah beberapa kali terjadi. Biasanya warga memilih membiarkan satwa tersebut dan tidak mendekat.
"Kemunculan buaya itu memang beberapa kali terjadi. Tapi biasanya dibiarkan saja. Mungkin yang ini ketangkap nelayan," kata Rida, Minggu, 1 Maret 2026.
Rida menduga buaya tersebut kemungkinan terjerat jaring nelayan sehingga akhirnya diamankan warga. Hingga saat ini, dirinya masih mengumpulkan informasi detail terkait kronologi penangkapan buaya di Pantai Ujung Pandaran tersebut. (DEWI PATMALASARI/R)









