SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur, Eddy Surahman, mengungkapkan bahwa tingginya angka kelahiran menjadi salah satu faktor utama pertambahan jumlah penduduk di daerah ini.

Salah satu kunci dari fenomena ini adalah masa reproduksi wanita yang semakin panjang akibat usia pernikahan yang relatif muda.

“Semakin panjang masa reproduksi seorang wanita, maka kemungkinan jumlah anak yang dilahirkan semakin besar. Begitu pula, usia seseorang saat melaksanakan perkawinan pertama sangat berpengaruh terhadap lamanya masa reproduksinya,” ujarnya, Minggu, 1 Maret 2026.

Oleh sebab itu pemerintah telah mengatur usia perkawinan. Untuk wanita sendiri berdasarkan Undang-Undang Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019, yang menetapkan usia minimal untuk wanita adalah 19 tahun. Namun, usia ideal menikah bagi wanita adalah 21 tahun. 

“Pada usia tersebut, perempuan dianggap sudah mampu berpikir dewasa dan matang serta memiliki kesiapan mental untuk menjadi orang tua. Selain itu, usia ini juga membantu menghindari risiko pernikahan dini yang dapat menyebabkan stunting pada anak, masalah kesehatan akibat kehamilan dini, dan ketidakstabilan finansial," ucapnya. 

Di Kabupaten Kotawaringin Timur yang memiliki jumlah penduduk 461.064 jiwa pada 2025 ini, berdasarkan data yang BPS peroleh dari Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kotawaringin Timur 2025, persentase wanita yang melakukan pernikahan pertama di bawah usia 16 tahun sebesar 22,96%, sementara yang menikah pada usia 17 -18 tahun mencapai 27,06%.

Sedangkan wanita yang menikah pada rentang usia 19 sampai 20 tahun ke atas sekitar 17,22%, dan yang menikah pada usia 21 tahun ke atas sebesar 32,76.

Dari total data tersebut dapat dilihat bahwa sekitar 50,02% wanita menikah pertama sebelum usia 19 tahun, sedangkan sisanya yaitu 49,98% menikah pada usia 19 tahun ke atas.

"Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pentingnya pernikahan di usia yang matang untuk mendukung kualitas keluarga dan menekan angka pertambahan penduduk yang tidak terkontrol," harapnya. (DEVIANA/R)