BORNEONEWS - Saat Ramadan tiba, salah satu hidangan khas yang selalu dicari warga Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur adalah bingka kentang, kue tradisional yang berasal dari Kalimantan khususnya Kalimantan Tengah.
"Bingka kentang ini cukup diminati masyarakat kita, apalagi di bulan puasa ini. Makanya kami setiap bulan puasa membuat bingka untuk dijual," kata pedagang kue di Sampit Irlinda, Minggu, 1 Maret 2026.
Kue dengan tekstur lembut memiliki bentuk khas itu terbuat dari kentang, santan, telur, gula. memasaknya dengan cara dipanggang sehingga memiliki aroma harum.
"Karena dipanggang jadi kue ini harum dengan ciri khas kentang bakar. Kami buat tidak telalu manis, agar tidak enek sehingga cocok untuk berbuka, " imbuhnya.
Bingka kentang telah menjadi sajian wajib selama bulan suci Ramadan bagi banyak keluarga di Sampit.
Kue ini bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi yang menghiasi momen kebersamaan di bulan puasa.
Erna perantau dari pulau Jawa yang telah lama menetap di Sampit sejak lima tahun lalu menyampaikan pengalamannya bahwa bingka hanya ditemukan di Kalimantan, sementara di daerah lain seperti di Jawa tidak ada.
"Saya ini baru lima tahun di Sampit, tapi sangat suka dengan kue bingka ini. Rasanya enak, manis tapi tidak bikin enek. Kalau di Jawa ini tidak ada, yang ada itu bikang, " ujarnya.
Sehingga saat Ramadan seperti saat ini kesempatan dirinya untuk mencicipi berbagai olahan bingka dari pedagang. Menurutnya, kurang lengkap jika berbuka tidak makan bingka.
"Kelembutan dan rasa manis bingka kentang yang pas ini yang menjadi favorit untuk berbuka puasa atau menemani sahur, menghadirkan kehangatan sekaligus kenikmatan yang khas," imbuhnya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana makanan tradisional seperti bingka kentang terus dipertahankan dan digemari oleh masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya yang hidup di tengah modernisasi sekalipun.
Bagi warga Sampit, menyantap bingka kentang selama Ramadan bukan hanya soal rasa, tetapi juga sebuah tradisi yang membawa kebersamaan dan keberkahan. (DEVIANA/R)









