BORNEONEWS, Sampit – Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad, mengungkapkan bahwa harga pembelian pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram berhasil meningkatkan minat petani di wilayahnya untuk memperluas lahan tanam dan meningkatkan produksi.
“Kalau jumlah petani pastinya saya tidak tahu datanya, tapi yang jelas dari hasil wawancara, adanya HPP baru Rp6.500 itu meningkatkan minat petani untuk menanam,” ujar Azwar Fuad, Minggu, 1 Maret 2026.
Meski data jumlah petani secara pasti belum tersedia, Azwar menegaskan bahwa dari sisi semangat menanam dan luas lahan yang dikelola sudah mengalami peningkatan.
Di daerah Lempuyang misalnya, sebelumnya banyak lahan sawah yang tidak digarap atau masih berupa semak belukar, tetapi kini hampir seluruh lahan tidur tersebut sudah ditanami atau dijadikan sawah dengan tanaman padi.
“Kata pak Kades di Lempuyang, rata-rata masyarakat setelah panen bisa membeli motor baru atau kredit pick up baru. Itu menunjukkan adanya pertambahan nilai ekonomi,” tambahnya.
Semangat masyarakat dan bertambahnya luas tanam tersebut kini berjalan beriringan dengan kebijakan pemerintah.
Fuad mengungkapkan tahun 2026 ini penyerapan gabah petani menjadi 16.000 ton, naik dari 14.000 ton dari tahun sebelumnya. Penyerepan gabah akan dilakukan sesuai dengan wilayah kerja Bulog Kotim yaitu Katingan, Kotim dan Seruyan.
“Untuk harga masih sama, Rp6.500 per kilogram. Target penyerapan gabah tahun ini naik menjadi 16.000 ton dari tiga titik sentral produksi yang ada di wilayah kami,” pungkas Azwar Fuad.
Kebijakan ini diharapkan terus mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani khususnya di Kotawaringin Timur. (DEVIANA/r)









