SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – KM Lawit mengangkut 617 penumpang yang hendak mudik ke kampung halaman dari Pelabuhan Sampit menuju Surabaya, Minggu, 1 Maret 2026.

"Hari ini keberangkatan KM Lawit 1 Maret 2026 pukul 13.00 WIB tujuan Sampit-Surabaya jumlah penumpang 617 orang. Kemarin kapal dari Semarang, jumlah penumpang yang turun 139 orang pada pukul 16.00 WIB," kata Kepala Pelni Cabang Sampit Siti Nafillah.

Jumlah penumpang pada pekan kedua Ramadan tersebut masih dalam kategori normal dan belum masuk periode resmi angkutan mudik Lebaran 2026.

Untuk posko angkutan mudik, Kementerian Perhubungan menetapkan periode 13-30 Maret 2026. Sementara Pelni pusat membuka posko pada 6 Maret hingga 6 April 2026. Cabang Sampit sendiri mengikuti jadwal posko dari KSOP Kelas III Sampit.

Ia menambahkan, pada musim sepi (low season) rata-rata penumpang berkisar 600 hingga 700 orang per keberangkatan. Sehingga KM Lawit hari ini belum terjadi adanya lonjakan.

Salah satu penumpang Hadi Sutomo mengaku memilih mudik lebih awal agar dapat menghabiskan waktu lebih lama di kampung halamannya di Jepara, Jawa Tengah.

Ia yang sehari-hari bekerja di tambak Kabupaten Seruyan memilih berangkat melalui Pelabuhan Sampit karena jarak lebih dekat dari pada lewat Kumai.

"Saya ingin lebih lama di kampung halaman, sudah satu tahun tidak pulang. Saya mudik dua tahun sekali. Keluarga semua ada di kampung, jadi saya mudik sendiri," katanya.

Hadi mengaku sudah hampir empat tahun bekerja di Seruyan. Ia memilih menggunakan kapal Pelni karena merasa perjalanan lebih aman dan nyaman.

"Kalau kapal Pelni ini tidak rebutan tempat istirahat, harga tiket juga stabil. Saya beli online Rp234.000. Nanti dari Surabaya ke Jepara lanjut pakai travel sekitar enam jam," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)