SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kepala Desa Ujung Pandaran, Taufik, membeberkan kronologi penangkapan seekor buaya oleh warga di kawasan Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Ia menjelaskan, buaya itu awalnya terjerat jaring nelayan yang dipasang di tepi pantai pada Jumat pagi, 27 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.

"Benar itu kena jaring nelayan di tepi pantai. Kejadiannya Jumat sekitar jam 9 pagi. Masih hidup, posisinya diikat diletakkan di bawah pohon cemara," kata Taufik, Minggu, 1 Maret 2026.

Buaya tersebut diduga hendak memakan ikan yang terperangkap di dalam jaring yang ditebar nelayan dari pinggir pantai. Namun justru predator itu yang akhirnya ikut tersangkut dan tertangkap.

Warga setempat kerap menyebut buaya tersebut sebagai “buaya capit” karena memiliki moncong yang relatif kecil.

Selama ini kemunculan buaya di kawasan Pantai Ujung Pandaran disebut lebih sering memangsa ikan dan tidak pernah dilaporkan menyerang manusia.

"Kalau di pantai itu sering orang sebut buaya capit, sering makan ikan. Nelayan yang menangkap ikan itu sering bertemu tapi buaya tidak menyambar atau menyerang," ujarnya.

Meski demikian, Taufik tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Ia mengimbau baik warga lokal maupun pengunjung dari luar daerah untuk waspada. Bahkan anak-anak pun diingatkan agar berhati-hati saat berada di kawasan pantai.

"Walaupun selama ini hanya terlihat makan ikan, tetap harus waspada," tambahnya. Saat ini, berdasarkan informasi yang diterimanya, buaya tersebut masih dalam keadaan hidup terikat dibawah pohon cemara.

Diberitakan, peristiwa penangkapan buaya di Pantai Ujung Pandaran viral di media sosial setelah dua video beredar pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Dalam video pertama, buaya terlihat berada di tepi pantai di samping batang pohon tumbang dengan kondisi kaki dan mulut terikat tali. Terdengar suara warga menanyakan apakah buaya tersebut sudah mati.

Video kedua berdurasi sekitar 34 detik memperlihatkan seorang pria berkaos biru muda mendekati buaya yang telah terikat tali tambang. Terdengar pula imbauan agar masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai. (DEWI PATMALASARI/R)