BORNEONEWS, Sampit - Persimpangan Jalan Tjilik Riwut dan Jalan Tidar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dikeluhkan pengguna jalan. Pasalnya, lampu lalu lintas di simpang tersebut tidak berfungsi selama beberapa hari terakhir sehingga membuat pengendara merasa cemas saat melintas.
"Kurang lebih sudah lima hari lampu lalu lintasnya tidak menyala. Jadinya kendaraan semrawut, padahal simpang ini memang ramai," kata Amang Juli, warga sekitar, Minggu, 1 Maret 2026.
Kondisi tersebut membuat arus kendaraan dari empat arah terlihat tidak teratur. Tanpa pengaturan dari traffic light, pengemudi terpaksa saling membaca situasi untuk bisa menyeberang atau berbelok.
Tidak sedikit pengendara yang memilih menunggu cukup lama karena khawatir terjadi tabrakan akibat padatnya kendaraan dari arah berbeda.
Simpang Tidar selama ini dikenal sebagai salah satu titik dengan volume kendaraan tinggi di Kota Sampit. Jalur tersebut menjadi akses utama bagi kendaraan yang keluar masuk dari Jalan Tidar menuju Jalan Tjilik Riwut maupun sebaliknya.
Tanpa lampu pengatur, beberapa kendaraan terlihat hampir bersentuhan karena tidak ada kepastian giliran melintas. Situasi ini dinilai berbahaya, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.
Juli mengatakan, kondisi pada hari Minggu relatif lebih lengang dibanding hari kerja. Namun pada pagi dan sore hari di hari biasa, kepadatan kendaraan meningkat drastis.
"Kalau hari kerja pagi dan sore itu padat sekali. Kalau lampu lalu lintas padam seperti ini tentu sangat berisiko," ujarnya.
Ia berharap instansi terkait segera memperbaiki traffic light yang padam tersebut agar arus kendaraan kembali tertib serta meminimalkan potensi kecelakaan di salah satu simpang tersibuk di Sampit itu. (DEWI PATMALASARI/j)









