BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perdagangan komoditas pangan, khususnya minyak nabati, tengah mengalami tekanan di pasar mancanegara. Harga minyak kedelai India termasuk yang melemah seperti yang dialami minyak sawit Malaysia.
Pada perdagangan Selasa (20/12), futures minyak kedelai India ditutup melemah mengikuti pergerakan negatif minyak sawit Malaysia dan minyak nabati lainnya, demikian data yang disajikan Reuters.
Sementara futures minyak kanola (rapeseed) mulai berkurang penurunannya menjelang sesi penutupan Selasa dengan mencatat penurunan tipis di tengah ekspektasi pasar akan terjadi peningkatan produksi dalam waktu dekat.
Harga kontrak minyak kanola untuk Januari, NRSF7, di National Commodity & Derivatives Exchange Ltd (NCDEX), ditutup melemah 0,1 persen menjadi 4.374 rupee ($64,29) per 100 kg, yang merupakan pelemahan dalam lima sesi berturut-turut.
Untuk kontrak minyak kedelai Januari, NSOF7, turun 0,6 persen menjadi 718,90 rupee per 10 kg hingga pukul 12.03 GMT, Selasa.
Futures minyak sawit Malaysia juga melemah, berbalik dari performa positif selama pekan lalu. Pelemahan ini masih dipengaruhi oleh data ekspor yang melemah. Sedangkan Futures biji kedelai untuk kontrak Januari, NSBF7, melemah 0,1 persen menjadi 3.023 rupee per 100 kg. (NEDELYA RAMADHANI/m)








