BORNEONEWS, Sampit – Rencana pembentukan Posko Anti Narkoba di kawasan Eks Golden, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dinilai perlu dukungan dan kolaborasi berbagai pihak agar berjalan efektif dan berkelanjutan.
"Untuk update pencegahan peredaran narkoba di Eks Golden, kami sangat mendukung. Kami sebagai lembaga vertikal memfasilitasi dan mendorong koordinasi agar lokasi itu tidak lagi menjadi tempat peredaran narkoba," kata Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim AKBP Muhammad Fadli, Senin, 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, peninjauan lapangan telah dilakukan bersama unsur pemerintah daerah, DPRD, LSM, Dewan Adat Dayak (DAD), Badan Generasi Anti Narkoba (BGAN), serta elemen lainnya. Namun hingga kini, pembentukan posko pengawasan terpadu masih dalam tahap pembahasan dan belum terealisasi.
Menurut Fadli, BNNK tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani kawasan yang diduga rawan peredaran narkoba tersebut. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar pengawasan dapat berjalan maksimal.
"Kami sudah turun langsung bersama Pemda, DPRD, LSM, DAD, dan BGAN. Selanjutnya perlu koordinasi lanjutan untuk menentukan langkah konkret. Kalau sendiri tentu tidak mampu, harus ada kolaborasi," tambahnya.
Konsep yang sempat dibahas adalah pendirian pos pengendali dan patroli terpadu dengan melibatkan unsur TNI, kepolisian, Satpol PP, LSM, DAD, BGAN, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama. Pos tersebut akan menjadi pusat koordinasi sekaligus titik kumpul patroli rutin di wilayah rawan.
Ia optimistis, patroli intensif yang dilakukan secara berkelanjutan mampu menekan aktivitas peredaran narkoba.
"Jika ada pos dengan anggota sekitar 10 orang dan patroli dilakukan terus-menerus di titik rawan, tentu pelaku tidak akan berani lagi bertransaksi. Pos itu menjadi pusat pengawasan bersama," ujarnya.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu tindak lanjut hasil koordinasi sebelumnya. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan DPRD dan Kasat Narkoba agar segera digelar rapat lanjutan guna memastikan realisasi pembentukan posko.
"Jangan sampai berhenti pada peninjauan saja. Peredaran narkoba ini sudah di depan mata. Kami sebagai penggagas tentu mendorong semua pihak untuk berkoordinasi dan bergerak bersama," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









