BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tren penurunan harga minyak sawit Malaysia kemungkinan masih akan berlanjut hingga perdagangan Rabu ini (21/12) seiring performa negatif harga minyak nabati dunia.
Apalagi data terbaru pemerintah Malaysia menunjukkan terjadinya penurunan kinerja ekspor minyak sawit menyusul lesunya permintaan, kata seorang pelaku pasar.
Berikut adalah beberapa faktor fundamental yang kemungkinan akan mempengaruhi pergerakan harga minyak sawit Malaysia, seperti yang dilansir Reuters.
Faktor pertama adalah kondisi pelemahan futures minyak sawit Malaysia yang terjadi pada perdagangan Selasa (20/12). Pasar masih memfaktorkan data ekspor minyak sawit Malaysia yang menurun, selain juga sebagai sentimen negatif dari penurunan harga minyak nabati dunia.
Kemudian, melemahnya futures minyak kedelai AS juga bakal direspons negatif para pelaku pasar. Harga minyak kedelai AS jatuh hampir ke level terendah dalam sebulan, di tengah cuaca hujan yang melanda kawasan Argentina, sehingga meningkatkan peluang pemulihan produksi kedelai di wilayah Amerika Selatan itu.
Harga minyak mentah dunia menguat, Selasa, tapi masih di bawah level tertinggi yang dicapai pada sesi siang perdagangan setelah Libya mengumumkan pembukaan kembali jalur pipa minyaknya setelah diblokir selama dua tahun. Blokade itu sendiri akan berakhir pada akhir bulan ini. (NEDELYA RAMADHANI/m)








