BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pekan ini boleh dibilang masa suram bagi perdagangan minyak sawit Malaysia setelah sejak awal pekan ini komoditas andalan negeri jiran itu terus mengalami tekanan.

Bahkan pada perdagangan Selasa (20/12/2016), futures minyak sawit Malaysia merosot hampir 1 persen, di tengah lesunya pergerakan harga minyak nabati dan lemahnya data ekspor.

Menurut catatan The Star, futures minyak sawit Malaysia untuk kontrak Maret turun 0,92 persen di Bursa Malaysia Derivatives Exchange menjadi 3.113 ringgit ($695,18) per ton pada sesi siang perdagangan. Untuk volume perdagangan tercatat sebanyak 20.042 lot (1 lot tercatat sebanyak 25 ton). 

Lantas, apa yang membuat minyak sawit Malaysia mengalami penurunan signifikan?

"Pasar sedang dalam tekanan akibat penurunan tajam di Dalian (bursa komoditas China)," kata seorang pelaku pasar di Kuala Lumpur.

Harga minyak sawit memang selalu dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya karena komoditas pangan ini saling bersaing di pasar global.

Untuk kontrak minyak kedelai Mei di Dalian Commodity Exchange anjlok 2,2 persen, sedangkan kontrak Mei untuk olein sawit di Dalian melorot 2,9 persen. 

Seorang pelaku pasar lainnya mengatakan pasar melihat pelemahan kali ini merupakan koreksi setelah pekan lalu berkinerja positif, dan data ekspor minyak sawit Malaysia yang melemah ikut memberikan tekanan terhadap pasar.

Data pengapalan yang dirilis Intertek Testing Services and Societe Generale de Surveillance, Selasa (20/12), menunjukkan penurunan ekspsor sebesar 14,4 persen untuk periode 1-20 Desember, dibandingkan dengan periode 1-20 November.  (NEDELYA RAMADHANI/m)