PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Okki Maulana, mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap standar instalasi listrik di kawasan perumahan sebagai langkah pencegahan kebakaran di Kota Palangka Raya.

Menurutnya, persoalan kebakaran permukiman tidak hanya berkaitan dengan faktor rumah tangga, melainkan juga memiliki akar masalah pada aspek teknis kelistrikan, terutama penggunaan kabel yang tidak memenuhi spesifikasi standar.

“Yang perlu diperhatikan oleh developer perumahan adalah instalasi kabel. Di tingkat perumahan, kabel yang digunakan sering kali tipis dan berada di bawah standar, dan justru itu yang sering menyebabkan kebakaran,” ujarnya, Senin, 2 Maret 2026.

Okki menjelaskan, pada awal masa huni, instalasi dengan kabel berukuran kecil mungkin belum menimbulkan masalah. Namun seiring waktu, kebutuhan daya listrik rumah tangga meningkat seiring bertambahnya peralatan elektronik.

Dalam rentang empat hingga lima tahun, kondisi tersebut dapat memicu panas berlebih pada kabel yang tidak sesuai kapasitas, sehingga berisiko menimbulkan percikan api.

Ia menilai gangguan kelistrikan, termasuk distribusi daya yang tidak memenuhi ketentuan teknis, menjadi salah satu faktor dominan penyebab kebakaran permukiman.

Oleh karena itu, Okki mendorong pemerintah daerah memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap standar instalasi listrik, mulai dari jaringan utama hingga ke lingkungan perumahan.

“Standarisasi sudah ada. Tinggal bagaimana penegakan dan pengawasannya diperkuat, termasuk melalui perda dan pengawasan teknis yang lebih tegas,” tegasnya, menambahkan bahwa regulasi terkait standarisasi telah tersedia di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, namun tantangan utama terletak pada konsistensi pengawasan dan penindakan di lapangan.

"Saya berharap, dengan pengawasan yang lebih disiplin serta kepatuhan pengembang terhadap standar teknis, risiko kebakaran di kawasan perumahan dapat ditekan dan keselamatan warga lebih terjamin," pungkasnya. (PATHUR/y)