PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan jangka panjang harus dimulai dari penguatan investasi sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, menjamin akses layanan dasar seperti kesehatan gratis dan pendidikan berkualitas bagi keluarga kurang mampu adalah langkah fundamental untuk memutus rantai kemiskinan antar-generasi di Kota Cantik.

Zaini menjelaskan bahwa beban ekonomi keluarga prasejahtera sering kali diperparah oleh biaya kesehatan yang tidak terduga.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk memastikan seluruh warga miskin terakomodasi dalam jaminan kesehatan daerah.

"Dengan jaminan ini, masyarakat tidak perlu lagi ragu untuk berobat, sehingga produktivitas kepala keluarga tetap terjaga tanpa dihantui kecemasan biaya medis," katanya, Senin, 2 Maret 2026

Selain kesehatan, sektor pendidikan menjadi perhatian utama dalam visi besar ini. Ia menyampaikan bahwa pemberian beasiswa bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu merupakan program prioritas agar tidak ada lagi anak usia sekolah yang putus di tengah jalan.

Pendidikan dianggap sebagai eskalator ekonomi yang paling efektif untuk mengangkat derajat keluarga di masa depan.

"Kita tidak ingin kemiskinan ini terwariskan. Cara terbaik untuk menghentikannya adalah dengan memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan setinggi mungkin," ujar Zaini.

Ia menambahkan bahwa kualitas SDM yang mumpuni akan membuat mereka lebih kompetitif di dunia kerja atau bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru yang inovatif.

Zaini juga menekankan bahwa akses layanan dasar ini harus bersifat inklusif dan mudah dijangkau hingga ke tingkat kelurahan.

"Pemerintah terus melakukan pembenahan birokrasi agar pengurusan bantuan pendidikan dan layanan kesehatan tidak berbelit-belit," pungkasnya. (HENDRI/H)