BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Perikanan dan Peternakan menyiapkan penyaluran ratusan ternak besar pada tahun 2026, sebagai upaya mendorong pengembangan peternakan lokal meskipun program terdampak efisiensi anggaran.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Abianhin, menyebutkan, bantuan ternak besar yang akan disalurkan meliputi 160 ekor sapi dan 300 ekor kambing, selain 180 ekor babi dan 150 ekor itik pedaging.
Fokus utama dinas adalah memastikan penerima bantuan benar-benar siap mengembangkan ternak yang diberikan.
“Untuk pengembangan ternak besar seperti sapi dan kambing ini memang agak sulit bagi penduduk asli karena belum terbiasa. Karena itu kami berharap ketika mereka mendapatkan bantuan dan mengalami kendala mereka selalu berkonsultasi dengan kami,” ujarnya, Senin, 2 Maret 2026.
Abianhin menegaskan bahwa seleksi penerima bantuan akan dilakukan secara ketat. “Nanti saat penyerahan bantuan, penerima akan menandatangani surat perjanjian tidak memperjualbelikan atau memotong ternak sebelum berkembang. Tujuannya jelas, agar bantuan benar-benar berhasil dikembangkan,” jelasnya.
Abianhin menekankan bahwa keberhasilan bantuan ternak besar akan menjadi tolok ukur kinerja dinas. Jika gagal, pihaknya dianggap tidak optimal dalam penyaluran maupun pembinaan peternak.
“Kami ingin bantuan ini benar-benar membawa dampak positif bagi penerima dan mendukung pengembangan ekonomi lokal,” tegasnya.
Dengan strategi pendampingan intensif dan seleksi penerima yang ketat, Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Timur menargetkan bantuan ternak besar ini tidak hanya menambah jumlah hewan ternak, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan peternak lokal secara berkelanjutan.
Abianhin mengungkapkan bahwa sektor perikanan juga menjadi perhatian, meski demikian kegiatan di bidang ini lebih terbatas.
"Tahun ini Dinas Perikanan dan Peternakan melaksanakan program mina padi di Desa Tampin, Kecamatan Dusun Tengah, yaitu sistem budidaya terpadu yang menggabungkan padi dan ikan dalam satu petak sawah, sejalan dengan program pengembangan desa wisata tematik agroteknologi," ungkapnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









