SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan inspeksi lapangan untuk meninjau sejumlah ruas jalan berlubang yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.

Peninjauan dilakukan di beberapa titik dalam Kota Sampit, termasuk jalan di Tjilik Riwut sekitar SPBU yang kondisinya dinilai cukup memprihatinkan dan rawan menyebabkan kecelakaan.

"Kami dari Komisi IV dan Dinas SDABMBKPRKP dalam rangka cek lapangan, yaitu melihat jalan-jalan yang memang berlubang dan mengganggu jalannya masyarakat untuk bisa beraktifitas," kata Ketua Komisi IV DPRD Kotim Mariani, Senin, 2 Maret 2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut anggota Komisi IV lainnya yakni Rinie, M Idi, Modika Latifah, Suprianto, dan Rambat, serta Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBKPRKP Nur Aina.

Ia mencontohkan salah satu titik di Jalan Tjilik Riwut dekat pom bensin yang dinilai cukup membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

"Contohnya, tadi kita sudah melihat di jalan dekat pom bensin, memang di situ kondisinya memang agak lumayan lah. Itu sering terganggu orang perjalanan karena takut motor anjlok, itu yang kita jaga juga. Apalagi sebentar lagi menghadapi lebaran," ujar Mariani.

Menurutnya, momentum Lebaran identik dengan peningkatan aktivitas masyarakat sehingga kondisi infrastruktur jalan harus menjadi perhatian serius.

"Lebaran ini aktivitas orang jelas lebih meningkat, baik yang untuk berwisata maupun nanti untuk kegiatan-kegiatan hari-harinya mereka dalam rangka menghadapi Hari Raya. Jadi, makanya kami turun ke lapangan agar bisa dari Dinas SDABMBKPRKP nantinya untuk bisa menindak lanjuti apa yang kami sampaikan. Ya, insya Allah katanya rencana ini dalam waktu dekat, mungkin besok lusa, lubang-lubang jalan yang ada akan dibenahi nantinya,” bebernya.

Ia menegaskan, perbaikan akan difokuskan pada jalan lintas kabupaten yang paling banyak digunakan masyarakat. Namun, ia juga mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam percepatan perbaikan.

"Jadi, yang masuk wilayah kebupaten itu nanti akan dibenahi yang di mana jalan lintas yang lebih banyak digunakan oleh masyarakat. Jadi, itu yang kita benahi dulu. Sementara, karena keuangan kita juga terbatas, jadi kita mana-mana, untuk pemeliharaan saja ini," tambahnya.

Lanjutnya, untuk ruas Jalan HM Arsyad Sampit–Samuda, Mariani menyebut pihaknya dan dinar terkait telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, mengingat kewenangan pemeliharaannya berada di tingkat provinsi.

"Untuk Jalan HM Arsyad Sampit-Samuda sudah di follow up ke provinsi, karena kewenangan pemeliharaannya ada di provinsi," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)