PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah, Brigjen Pol. Mada Roostanto, menyatakan bahwa pelaksanaan tes urine kepada seluruh pegawai merupakan langkah konkret untuk memastikan integritas dan profesionalisme aparatur tetap terjaga.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internal untuk menjaga kualitas sumber daya manusia dalam institusi yang berperan penting dalam pemberantasan narkoba.

Penegasan disampaikan bahwa gerakan tes urine bagi pegawai BNN ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi bentuk konsistensi BNN dalam memulai upaya pemberantasan narkoba dari dalam internal institusi sendiri.

"Dengan melakukan pemeriksaan terhadap diri sendiri, BNN ingin memberikan contoh nyata bahwa perang melawan narkoba harus dimulai dari fondasi yang kuat" katanya, Selasa, 3 Maret 2026.

Pada pelaksanaan tes urine di wilayah Kalimantan Tengah, sebanyak 98 pegawai dari BNN Provinsi Kalteng dan BNN Kota Palangka Raya mengikuti proses pemeriksaan secara menyeluruh.

Kegiatan ini dirancang untuk memastikan tidak ada satu pun anggota institusi yang terlibat dalam penyalahgunaan zat adiktif yang berbahaya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh 98 orang peserta dinyatakan negatif atau tidak terindikasi penyalahgunaan narkotika.

Hasil ini menjadi bukti komitmen kuat dari seluruh pegawai BNN Kalteng dan Palangka Raya dalam menjaga lingkungan kerja yang bersih, transparan, dan bebas dari pengaruh narkoba.

Pelaksanaan tes urine berlangsung dengan tertib dan lancar sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Setiap tahapan pemeriksaan dilakukan dengan ketat untuk memastikan akurasi hasil dan menjaga kerahasiaan serta martabat setiap pegawai yang diperiksa.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa perang melawan narkoba harus dimulai dari diri sendiri dan institusi sebagai garda terdepan menuju terwujudnya Indonesia Bersinar.

"BNN Kalteng berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah preventif dan pengawasan internal guna mempertahankan kualitas aparatur yang handal dan terpercaya dalam menangani permasalahan narkoba di daerah," pungkasnya. (PATHUR/j)